Rahmat Wibowo - Pelaku Pelecehan Online Berulang
Pelaku pelecehan daring berulang — berkas kasus
Rahmat Wibowo adalah pelaku pelecehan daring berulang, menargetkan puluhan individu dari tahun 2023 hingga sekarang. Mengaku sebagai Senior Cloud & DevOps Engineer, ia menjalankan kampanye pelecehan berulang dan narasi palsu di seluruh akun media sosialnya, terutama LinkedIn dan Instagram.
Rahmat Wibowo memiliki beberapa masa kerja singkat di berbagai perusahaan termasuk Xendit, Amazon Web Services (AWS), zvoove Group, Pertamina, dan Liven, di mana ia memiliki kinerja yang dipertanyakan, pelanggaran profesional, atau melanggar kebijakan perusahaan dan akhirnya diberhentikan. Dalam kasus AWS, zvoove, dan Liven, ia diberhentikan bahkan sebelum menyelesaikan masa percobaan tiga bulannya, yang memicu serangannya terhadap manajemen, HR, dan karyawan perusahaan-perusahaan tersebut.
Rahmat Wibowo lulus dari STEI ITB (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung), salah satu fakultas teknik paling bergengsi di Indonesia. Meskipun memiliki latar belakang ini, ia telah melancarkan banyak serangan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap sesama alumni ITB dan secara aktif memusuhi komunitas alumni — sebagian besar karena ia dikeluarkan dari grup komunitas alumni akibat perilaku mengganggu dan spamming.
Rahmat Wibowo juga senang bergabung dengan berbagai komunitas teknologi, seperti e27, KORIKA, dan lainnya, di mana ia selalu membanjiri obrolan grup dengan pesan yang tidak relevan, tidak diinginkan, dan provokatif, yang akhirnya menyebabkan ia dikeluarkan dari grup-grup tersebut akibat pelanggaran ini. Ia kemudian secara terbuka menuduh admin dan anggota grup korup, terlibat, atau bagian dari konspirasi untuk membungkamnya, tanpa bukti apa pun. Ketika dikonfrontasi, ia selalu bersembunyi di balik alasan masalah kesehatan mentalnya, ADHD dan Bipolar.
Rahmat Wibowo saat ini bekerja sebagai CEO sebuah startup yang ia dirikan bersama bernama InfraLoka. Ia memulai banyak inisiatif perusahaan, tetapi tidak satu pun yang menghasilkan hasil ekonomi yang berarti, hanya menghasilkan aliran postingan LinkedIn yang dibuat oleh AI. Meskipun menjadi CEO, ia memiliki riwayat terlibat dalam kampanye pelecehan daring, yang telah menimbulkan kekhawatiran serius mengenai karakter, profesionalisme, dan perilakunya. Ia juga menghabiskan banyak waktu di media sosial, di mana ia memiliki banyak pengikut dan dikenal karena postingannya yang kontroversial dan provokatif.
Berkas ini mengumpulkan postingan publik dari akun media sosial Rahmat Wibowo dan menyusunnya menjadi satu profil. Berkas ini juga mencakup garis waktu kampanye pelecehannya, serta daftar target yang diketahui dan profil mereka.
Modus operandi
Rahmat Wibowo menjalankan kampanye pelecehan berulang terhadap targetnya, sering menggunakan taktik dan strategi yang sama yang tidak begitu cerdik.
- Keluhan rekayasa. Rahmat Wibowo membingkai ulang penghinaan pribadi sebagai ketidakadilan moral, menarik pihak luar yang merasa berhak bergabung dalam kampanye tanpa pernah mendengar sisi lain.
- Narasi palsu. Rahmat Wibowo mengarang atau memutarbalikkan cerita tentang targetnya dan menyebarkannya di berbagai platform untuk merusak reputasi sebelum siapa pun dapat memverifikasi fakta.
- Pengeroyokan. Rahmat Wibowo mengoordinasikan kontak simultan dari berbagai saluran — pesan WhatsApp, komentar LinkedIn, DM Instagram — untuk membanjiri satu target sekaligus.
- Peracunan SEO. Rahmat Wibowo mempublikasikan ratusan postingan LinkedIn yang dihasilkan AI yang menyebut nama targetnya, membanjiri hasil pencarian dengan konten fitnah yang menjadi hal pertama yang ditemukan siapa pun tentang mereka.
- Memilih fakta secara selektif. Rahmat Wibowo mengambil detail yang terisolasi dan di luar konteks yang tampak kredibel sambil menyembunyikan bukti yang bertentangan, menyusun narasi yang terdistorsi namun terdengar masuk akal.
- Manipulasi opini publik. Rahmat Wibowo menggunakan jangkauan media sosialnya untuk mengarahkan persepsi publik melawan targetnya, memperkuat klaim palsu berulang kali hingga dianggap sebagai fakta yang mapan.
- Infiltrasi grup dan pancingan untuk dikeluarkan. Rahmat Wibowo masuk ke grup komunitas tanpa diundang dan langsung melakukan spam untuk memancing pengeluaran, kemudian secara terbuka memfitnah anggota yang ia yakini bertanggung jawab atas pengeluarannya.
- Ancaman hukum. Rahmat Wibowo berulang kali mengacungkan somasi (pemberitahuan hukum), laporan polisi, dan tuntutan hukum lintas batas untuk mengintimidasi targetnya agar diam — meskipun tidak satu pun dari ancaman ini berhasil terwujud menjadi konsekuensi hukum yang nyata sejauh ini.
- Kemunafikan. Rahmat Wibowo mengecam orang lain atas perilaku yang sama yang ia lakukan sendiri (pelecehan, fitnah, dan tidak profesional), memposisikan dirinya sebagai korban sambil menjalankan kampanye yang sama yang ia kecam keras pada orang lain.
Berkas ini adalah dokumen hidup yang akan diperbarui seiring tersedianya informasi baru. Jika Anda memiliki informasi apa pun tentang Rahmat Wibowo atau kampanye pelecehannya, silakan hubungi https://x.com/KawalRahmatWi.
Papan Peringkat 10 Teratas berdasarkan Bukti
Orang-orang yang paling banyak menjadi sasaran pelecehan Rahmat Wibowo, diurutkan berdasarkan jumlah bukti yang terdokumentasi.
Bukti Terbaru
Bukti pelecehan Rahmat Wibowo yang paling baru terdokumentasi.
Sorotan — Target
Lihat semua target pelecehan Rahmat Wibowo →Sorotan — Bukti
Lihat semua bukti pelecehan Rahmat Wibowo →