Rahmat Wibowo mengaku diancam akan dikeluarkan dari grup WhatsApp karena menyebut nama seseorang, dan secara terbuka menyebut nama Wisnu Manupraba terkait insiden ini sambil memosisikan dirinya sebagai korban perlakuan tidak adil — menyembunyikan konteks sebenarnya bahwa Rahmat Wibowo telah terus-menerus melakukan spam dan menandai orang secara sembarangan di grup tersebut, yang memicu peringatan itu.
| ID | ev-20260511-002 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Target | Wisnu Manupraba |

Transkrip
Pernahkah Anda diancam akan dikeluarkan
dari sebuah grup... hanya karena menyebut
nama seseorang?
Itulah yang baru saja terjadi pada saya.
Nama saya diposting di forum publik sebagai
"studi kasus untuk mata kuliah etika
profesi.” Bukan tuduhan ringan.
Ketika saya merespons — hanya dengan
menyebut orang yang memposting hal
tersebut di grup chat — saya menerima
“peringatan terakhir." Tidak ada dialog. Tidak
ada ruang untuk klarifikasi. Hanya ancaman
akan dikeluarkan tanpa penjelasan.
Alasannya? Bukan karena saya melakukan
sesuatu yang salah. Tetapi karena kehadiran
orang lain di grup itu "lebih berharga"
dibandingkan saya.
Saya tidak marah. Saya benar-benar
prihatin — karena ini bukan hanya tentang
saya.
Ini tentang budaya di mana orang yang
mempertanyakan narasi dibungkam sebelum
mereka didengar.
Saya percaya keadilan bukan tentang
dendam. Tetapi keadilan juga bukan tentang
diam saja ketika kebenaran diputarbalikkan.
Dokumentasi berlanjut. Prosesnya
terus berjalan.
Rahmatan lil alamin — menjadi rahmat bagi
semua — tidak berarti mentolerir
ketidakadilan dalam diam. Itu berarti
bersuara, dengan bermartabat.
Apakah ada yang pernah mengalami hal
serupa dalam lingkungan profesional atau
komunitas? Bagaimana Anda menghadapinya?
cfr and warning : Wisnu Manupraba PT
Javan Cipta Solusi
#SpeakUp #DigitalEthics
#OnlineHarassment #Professionalintegrity
#tJustice #MentalHealth
#CommunityStandards #indonesia
#Accountability #Rahmatan