Rahmat Wibowo menuduh influencer teknologi Ibrahim Arief, Petra Barus, dan profesional IT lainnya melakukan pelecehan dan cyberbullying tanpa henti terhadapnya selama 2,5 tahun, mengklaim bahwa pelecehan tersebut menyebabkan diagnosis gangguan bipolarnya, tanpa menyajikan bukti hubungan sebab-akibat.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo menuduh influencer teknologi Ibrahim Arief, Petra Barus, dan profesional IT lainnya melakukan pelecehan dan cyberbullying tanpa henti terhadapnya selama 2,5 tahun, mengklaim bahwa pelecehan tersebut menyebabkan diagnosis gangguan bipolarnya, tanpa menyajikan bukti hubungan sebab-akibat.

Transkrip

<® Ketika Para Pelaku Pelecehanmu Adalah Influencer Teknologi & Profesional IT Selama 2,5 tahun terakhir, saya telah ditarget tanpa henti oleh figur-figur terkemuka di ekosistem teknologi Indonesia: - Ibrahim Arief (terkait dengan dugaan kasus korupsi Chromebook) - Petra Barus ~ dan beberapa "pakar" IT lainnya Apa yang dimulai sebagai serangan publik di media sosial dengan cepat meningkat. Mereka secara terbuka menggunakan logo perusahaan dan nama resmi mereka untuk membenarkan pelecehan tersebut, berulang kali melabeli saya dengan "FOMO" dalam thread yang terlihat oleh ribuan orang. Mempermalukan di depan umum secara terus-menerus, serangan bertubi-tubi yang terkoordinasi, dan penyalahgunaan pengaruh mereka bukan hanya merusak reputasi saya, tetapi juga menghancurkan kesehatan mental saya. Saya akhirnya didiagnosis dengan gangguan bipolar secara langsung sebagai akibat dari tekanan psikologis yang berkelanjutan ini. Saya tidak pernah membayangkan bahwa orang-orang yang memposisikan diri sebagai pemimpin pemikiran dalam teknologi akan menjadikan platform, merek, dan jaringan mereka sebagai senjata seperti ini. Postingan ini bukan tentang balas dendam. Ini tentang akuntabilitas. Ketika influencer dan profesional menggunakan kekuasaan mereka untuk menghancurkan kedamaian dan kesejahteraan mental seseorang, seluruh industri perlu memperhatikan hal ini. Cyberbullying tidak berhenti menjadi bullying hanya karena itu terjadi di lingkaran teknologi atau disertai logo perusahaan. Jika Anda pernah menjadi korban pelecehan yang dipimpin oleh influencer, atau jika Anda seorang pemimpin yang benar-benar peduli untuk menciptakan komunitas teknologi yang lebih sehat di Indonesia. Saya melihat Anda. Anda tidak sendirian. Mari kita berhenti menormalisasi perilaku ini. PT Javan Cipta Solusi Kuncie SawitPRO INA Digital Edu EAGLYS Inc. #MentalHealthMatters #CyberHarassment #Techindonesia #DigitalEthics #StopTheBullying #AccountabilityinTech