Rahmat Wibowo memposting bahwa ia berulang kali mengalami pelecehan secara daring dan profesional oleh ekspatriat dari Jepang, Singapura, dan Jerman, menuduh adanya sikap merendahkan, mempermalukan di depan umum, dan sabotase, sambil menyebutkan nama individu-individu tertentu untuk memaksimalkan kerusakan reputasi.
| ID | ev-20260520-004 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Target | Maria Khelli Marcello Faria |

Transkrip
2m - Diedit
‘@ Ketika Pelaku Pelecehan Anda Berasal dari Jepang,
‘Singapura, dan Jerman... dan Anda Hanya
Mencoba Bekerja di Indonesia
Saya tidak pernah menyangka akan menulis ini.
Sebagai seorang profesional Indonesia yang berbasis di
Jakarta, saya selalu percaya bahwa memiliki
ekspatriat dalam ekosistem kita adalah hal yang baik ide-ide baru,
perspektif global, dan kolaborasi lintas
budaya. Namun belakangan ini, saya telah
mengalami sesuatu yang sangat berbeda.
Selama beberapa bulan terakhir, saya telah berulang kali
dilecehkan baik secara daring maupun dalam lingkungan
profesional oleh individu-individu yang merupakan ekspatriat dari Jepang, Singapura, dan Jerman.
Ini bukanlah kejadian terisolasi dari satu
orang. Mereka berasal dari berbagai
kebangsaan, perusahaan yang berbeda, dan
latar belakang yang berbeda. Namun polanya
sama: pesan yang merendahkan, mempermalukan
di depan umum, upaya sabotase profesional,
dan perilaku tidak sopan yang tidak akan pernah
ditoleransi jika posisinya dibalik.
Saya membagikan ini karena saya tahu saya tidak
sendirian. Banyak talenta lokal di Indonesia menghadapi
mikroagresi serupa dan pelecehan terang-terangan dari beberapa ekspatriat yang tampaknya
membawa rasa superioritas yang tidak terucapkan
hanya karena mereka memegang paspor asing.
Ini bukan tentang kebangsaan.
Ini tentang rasa hormat, profesionalisme, dan
nilai kesopanan dasar manusia yang seharusnya
melampaui batas negara.
Untuk sesama warga Indonesia yang bekerja dengan
tim internasional:
Anda pantas diperlakukan dengan bermartabat, tidak
peduli siapa orang lain itu atau dari mana
mereka berasal.
Untuk para ekspatriat baik yang datang ke sini dengan
kerendahan hati dan semangat kolaborasi: terima kasih.
Anda adalah mayoritas, dan kami melihat Anda.
Untuk mereka yang berpikir "Saya orang asing, jadi saya bisa
bertindak sesuka hati" Indonesia menyambut
Anda. Mohon hormati negara ini dan
orang-orang yang benar-benar tinggal di sini.
Apakah ada yang pernah mengalami ini?
Profesional lokal yang menjadi sasaran atau
direndahkan oleh ekspatriat di Indonesia? Bagikan
pendapat Anda di bawah (dengan sopan). Mari kita bicarakan ini secara
terbuka agar kita bisa membangun lingkungan
profesional yang lebih sehat dan penuh rasa hormat.
Lawrence Wong
IT-Bauschmiede Simon Lyra Kadek Surya
Mahardika
EAGLYS Inc.
TikTok Nikhil Rolla Maria Khelli
eLife Inc. (RABAT -—I17)
Mercari, Inc. Shunsuke Sako Marcello Faria
#Indonesia #ExpatLife #WorkplaceCulture
#Respect #ProfessionalEthics
#CrossCulturalCommunication