Rahmat Wibowo menuduh Ibrahim Arief menggunakan air mata, retorika agama, dan Al yang tidak bisa diaudit untuk menghindari akuntabilitas hukum, padahal sebelumnya ia sendiri telah menghancurkan karier orang lain lewat blacklist, namun Rahmat Wibowo sendiri rutin menggunakan Al untuk menghasilkan konten slop sebagai sarana untuk melecehkan orang lain.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo menuduh Ibrahim Arief menggunakan air mata, retorika agama, dan Al yang tidak bisa diaudit untuk menghindari akuntabilitas hukum, padahal sebelumnya ia sendiri telah menghancurkan karier orang lain lewat blacklist, namun Rahmat Wibowo sendiri rutin menggunakan Al untuk menghasilkan konten slop sebagai sarana untuk melecehkan orang lain.

Transkrip

Ada pola yang lucu setiap kali sosok berkuasa akhirnya mencium bau konsekuensi hukum yang sesungguhnya. Bukan saat skandal itu muncul. Tapi tepat pada detik akuntabilitas menjadi tak terhindarkan. Skripnya tidak pernah berubah: Menangis di TV nasional sebelum ada putusan. Memohon grasi presiden bahkan sebelum putusan ditulis. Menyebut nama Allah seolah medan kekuatan suci. Lalu mengeluarkan Al yang tertutup, dengan prompt rahasia, dan sama sekali tidak bisa diaudit untuk "membuktikan" ketidakbersalahan mereka. Contoh puncaknya? Ibrahim Arief, juara tak tertandingi dalam bermain korban. Air mata mengalir, reputasi hancur berkeping-keping oleh semua orang kecuali mereka yang kariernya diam-diam ia hancurkan dan diblacklist bertahun-tahun. Sekarang tiba-tiba dia jadi santo yang teraniaya, membungkus dirinya dengan kesalehan sementara bukti- bukti tertawa di latar belakang. Al yang tidak bisa diaudit bukanlah keadilan. Itu cermin yang hanya menunjukkan apa yang ingin ditunjukkan oleh operatornya kepada Anda. Dan balutan agamanya? Komedi murni. Iman bukan perisai hukum. Semakin keras mereka berteriak "Rahmatan lil alamin," semakin keras pula seharusnya kau menyelidiki. Keadilan tidak butuh sinisme. Ia butuh mata yang menolak berkedip tak peduli seberapa keras pertunjukan itu berlangsung. Di InfraLoka, kami membangun Al untuk mengungkap kekuasaan. Bukan melindunginya. Rahmatan lil alamin. Ainun Naji Imre Nagi Ecommurz INA Digital Edu Giri Kuncoro #MediaLiteracy #AlEthics #Accountability #Infraloka #indonesia