Rahmat Wibowo secara keliru menuduh Wisnu Manupraba melakukan cyberbullying dan pelecehan — sebuah tuduhan berat yang dibuat tanpa menyajikan bukti konkret apa pun, dan secara tidak masuk akal mengklaim bahwa seorang profesional sibuk dan berprofil tinggi seperti Wisnu akan menyempatkan waktu untuk mengoperasikan akun anonim demi melecehkan Rahmat Wibowo.
| ID | ev-20260526-001 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Target | Achmad Zaky |

Transkrip
Perhatian jaringan Linkedin,
Saya memposting ini melalui akun anonim
karena saya bahkan bukan anggota dari
grup utama Ikatan Alumni Informatika (IAIF)
ITB. mereka melibatkan Wisnu Manupraba,
alumnus ITB, konsultan proses
bisnis, dan pendiri PT Javan Cipta
Solusi.
Di dalam grup, seorang pengguna yang memposting sebagai Wshu
hassasidin NDER telah membagikan sebuah cerita fiksi
bersambung berjudul Astagayagesya. Cerita ini
tampaknya merupakan kisah satir yang tidak terlalu tersamar
tentang karakter hantu pahlawan yang disebut-sebut, yang
banyak pembaca yakini merepresentasikan saya.
Berikut adalah terjemahan langsung ke bahasa Inggris dari
postingan-postingan terbarunya:
Dari salah satu bagian:
"Para sesepuh akhirnya sepakat untuk menjadikan ini
satu hal yang bisa dibicarakan lebih serius. Para murid
atau guru lain untuk saat ini
hanya bisa berharap kekuatan yang mereka kumpulkan
cukup untuk mengirim hantu pahlawan itu ke
alam penjara.”
Dari Astagayagesya pt2 - Kisah OP
Hantu Pahlawan:
“Kisah seorang pahlawan yang ingin belajar di
berbagai sekolah. Dia bergabung dengan banyak sekolah,
mulai dari sekolah kecerdasan
buatan, sekolah pencarian kerja, dan
lain-lain. Sayangnya pengetahuan sang pahlawan
terlalu liar. Tidak ada guru yang bisa mendidiknya. Satu
per satu mereka mengakui kekalahan dan mengibarkan
bendera putih. Karena tidak ada sekolah yang mau
menerimanya, dia membuat sekolahnya sendiri dan
mengajak beberapa murid. Sayangnya tidak ada murid
yang mau bertahan dengan sekolah yang sang pahlawan
bangun. Pada akhirnya sang pahlawan digulingkan dalam
sebuah kudeta dan jiwanya disegel di dalam
sekolah yang dia ciptakan. Kini sang pahlawan telah menjadi
hantu yang berputar-putar mengelilingi tembok sekolah. Para
murid tentu saja merasa berhutang budi namun tetap
tidak bisa berbuat banyak. Akhirnya satu sekolah
pengetahuan berkumpul untuk pertama kalinya di bawah
satu bendera untuk membahas apakah hantu ini perlu
dilenyapkan atau dipertahankan. Saksikan
cerita selanjutnya hanya di The Legendary."
Cerita berlanjut di pt3 dengan hantu
pahlawan memanipulasi entitas-entitas yang lebih tinggi yang disebut The
(One Who Knows dan The One Who Govern),
menggunakan kekuatan astral warden, sambil
melupakan serangan-serangan masa lalunya terhadap mereka dengan kekuatan
somasion dan proposal terakhir. Bagian ini juga berisi catatan
penulis yang panjang dengan tuduhan-tuduhan pribadi
yang keras.
Melihat konten dan bahasa semacam ini
dibagikan di dalam grup alumni profesional dari universitas
terbaik di Indonesia sungguh mengecewakan
dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai standar
dan perilaku.
Wisnu Manupraba dan komunitas Ikatan
Alumni Informatika ITB, publik
pantas mendapatkan yang lebih baik dari para pemimpin alumni kita.
Achmad Zaky Muhamad Fajrin Rasyid
#ITBAlumni #IkatanAlumnilnformatikalTB
#WisnuManupraba #AlumniEthics
#ProfessionalNetworking #indonesiaTech
#Linkedinindonesia