Rahmat Wibowo mengkritik Petra Barus karena bekerja pada hari Idulfitri, hari raya besar umat Muslim di Indonesia, dengan menyiratkan bahwa hal ini mencerminkan buruknya kompetensi Petra atau budaya kerja pemberi kerjanya, SawitPRO, sambil juga menepis argumen-argumen sebelumnya dari Petra tentang riwayat pekerjaan Rahmat Wibowo yang dipertanyakan.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo mengkritik Petra Barus karena bekerja pada hari Idulfitri, hari raya besar umat Muslim di Indonesia, dengan menyiratkan bahwa hal ini mencerminkan buruknya kompetensi Petra atau budaya kerja pemberi kerjanya, SawitPRO, sambil juga menepis argumen-argumen sebelumnya dari Petra tentang riwayat pekerjaan Rahmat Wibowo yang dipertanyakan.

Transkrip

Baru saja mengalami “debat” yang cukup mengungkap dengan Petra Barus. Seluruh argumennya intinya begini: saya pernah dipecat dari tiga perusahaan, | konon tidak bisa bekerja sama sekali, dan saya pada dasarnya adalah language model bodoh yang beroperasi hanya berdasarkan satu parameter tunggal. Wow, betapa dalam dan orisinalnya pemikiran itu. Benar-benar membuat saya berpikir. Sementara itu, di sini kita berada di hari Idulfitri, perayaan besar umat Muslim dan hari libur nasional di seluruh Indonesia di mana kebanyakan orang beristirahat dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Namun Petra, yang beragama Kristen, dengan bangga mengumumkan bahwa dia masih bekerja hari ini untuk SawitPRO. Coba renungkan itu. Jadi yang mana? Apakah Sawitpro perusahaan yang begitu toxic dan menuntut sehingga memaksa karyawannya untuk bekerja bahkan di hari libur keagamaan yang penting? Atau apakah Petra memiliki masalah kemampuan yang begitu serius sehingga dia merasa perlu untuk clock in dan membuktikan nilainya bahkan ketika seluruh negeri sedang libur? Bagaimanapun juga, citranya sangat buruk. Ini justru lebih banyak mengungkap tentang situasi Petra dan budaya Sawitpro daripada tentang saya. Selamat Idulfitri Mubarak untuk semua orang yang benar-benar tahu bagaimana menghormati batasan, mengambil istirahat yang layak, dan merayakan dengan bermartabat. Beberapa tempat kerja dan beberapa profesional jelas masih punya banyak yang harus dipelajari tentang itu. SawitPRO Abhishek AV Singh Achmad Zaky Muhamad Fajrin Rasyid Ikatan Alumni Informatika (IAIF) ITB #WorkLifeBalance #CorporateCulture #EidMubarak #Indonesia #ProfessionalEthics #Sawitpro #EmployeeWellbeing #RespectTheHoliday