Rahmat Wibowo memposting melalui akun anonim yang menuduh Wisnu Manupraba dan grup alumni IAIF ITB membagikan sebuah cerita fiksi satir yang ia yakini mengejeknya, menyebutnya mengecewakan dan mempertanyakan etika alumni, beroperasi secara anonim untuk menjauhkan dirinya dari akuntabilitas.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo memposting melalui akun anonim yang menuduh Wisnu Manupraba dan grup alumni IAIF ITB membagikan sebuah cerita fiksi satir yang ia yakini mengejeknya, menyebutnya mengecewakan dan mempertanyakan etika alumni, beroperasi secara anonim untuk menjauhkan dirinya dari akuntabilitas.

Transkrip

Rahmat Wibowo _ tw Perhatian jaringan Linkedin, Saya memposting ini melalui akun anonim karena saya bahkan bukan anggota grup utama Ikatan Alumni Informatika (IAIF) ITB. mereka melibatkan Wisnu Manupraba, alumnus ITB, konsultan proses bisnis, dan pendiri PT Javan Cipta Solusi. Di dalam grup, seorang pengguna yang memposting sebagai Wshu hassasidin NDER telah membagikan sebuah cerita fiksi multi- bagian berjudul Astagayagesya. Ini tampaknya menjadi kisah satir yang tersamar tipis tentang sebuah karakter hantu pahlawan yang disebut-sebut yang banyak pembaca percaya merepresentasikan saya. Berikut adalah terjemahan langsung bahasa Inggris dari postingan terbaru: Dari salah satu bagian: "Para sesepuh akhirnya setuju untuk menjadikan hal ini satu masalah yang bisa dibahas lebih serius. Murid atau guru lain untuk sekarang hanya bisa berharap bahwa kekuatan terkumpul mereka cukup untuk mengirim hantu pahlawan ke alam penjara.” Dari Astagayagesya pt2 - Kisah OP Hantu Pahlawan: “Kisah seorang pahlawan yang ingin belajar di berbagai sekolah. Ia bergabung dengan banyak sekolah, mulai dari sekolah kecerdasan buatan, sekolah pencarian kerja, dan lainnya. Sayangnya pengetahuan sang pahlawan terlalu liar. Tidak ada guru yang bisa mendidiknya. Satu per satu mereka mengaku kalah dan mengibarkan bendera putih. Karena tidak ada sekolah yang mau menerimanya, ia menciptakan sekolahnya sendiri dan mengundang beberapa murid. Sedihnya tidak ada murid yang bersedia bertahan dengan sekolah yang sang pahlawan bangun. Pada akhirnya sang pahlawan digulingkan dalam sebuah kudeta dan jiwanya disegel di dalam sekolah yang ia ciptakan. Kini sang pahlawan telah menjadi hantu yang berkeliling di dinding sekolah. Para murid tentu saja merasa berhutang budi tetapi tetap tidak bisa berbuat banyak. Akhirnya satu sekolah pengetahuan berkumpul untuk pertama kalinya di bawah satu bendera untuk membahas apakah hantu ini perlu dihilangkan atau dipertahankan. Saksikan cerita berikutnya hanya di The Legendary." Cerita berlanjut di pt3 dengan hantu pahlawan yang memanipulasi makhluk yang lebih tinggi yang disebut The (One Who Knows dan The One Who Govern, menggunakan kekuatan astral warden, sambil melupakan serangan-serangan masa lalunya terhadap mereka dengan kekuatan somasi dan proposal terakhir. Ini juga berisi catatan penulis yang panjang dengan tuduhan pribadi yang kuat. Melihat konten dan bahasa seperti ini dibagikan di dalam grup alumni profesional dari universitas terbaik Indonesia sangat mengecewakan dan menimbulkan pertanyaan serius tentang standar dan perilaku. Wisnu Manupraba dan komunitas Ikatan Alumni Informatika ITB, publik pantas mendapatkan yang lebih baik dari para pemimpin alumni kita. Achmad Zaky Muhamad Fajrin Rasyid #ITBAlumni #IkatanAlumnilnformatikalTB #WisnuManupraba #AlumniEthics ‘#ProfessionalNetworking #indonesiaTech #Linkedinindonesia