Rahmat Wibowo secara publik memasukkan Ibrahim Arief dan Adith Widya Pradipta ke dalam daftar hitam, menuduh mereka mempertahankan daftar hitam di komunitas teknologi Indonesia dan melakukan gatekeeping terhadap keputusan perekrutan berdasarkan drama media sosial alih-alih merit.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo secara publik memasukkan Ibrahim Arief dan Adith Widya Pradipta ke dalam daftar hitam, menuduh mereka mempertahankan daftar hitam di komunitas teknologi Indonesia dan melakukan gatekeeping terhadap keputusan perekrutan berdasarkan drama media sosial alih-alih merit.

Transkrip

Baru-baru ini saya membuat keputusan untuk sepenuhnya memasukkan ke daftar hitam dua nama terkemuka di kancah teknologi Indonesia: Ibrahim Arief (@ibamarief) dan Adith Widya Pradipta (@adith_wp | Adith Widya Pradipta) dari eLife Inc. (#® ABtt1 — 3417) Seiichiro Fujiwara Alexey Burlakov Mereka secara publik telah membela dan menormalisasi praktik mempertahankan "daftar hitam" pribadi berdasarkan opini dan perilaku online seseorang, bahkan terhadap individu yang tidak pernah bekerja langsung di bawah mereka, termasuk saya sendiri. Sebagai influencer teknologi, mereka menunggangi gelombang viralitas, menjadikan penilaian pribadi mereka sebagai senjata, dan mengubahnya menjadi konsekuensi profesional. Mereka secara terbuka mengakui menilai "karakter" dan memutuskan siapa yang "toksik" atau "tidak layak dipekerjakan" berdasarkan drama Twitter/x dan groupthink, sambil mengklaim itu hanya "daftar pribadi" mereka. Inilah asal mula budaya tech bro toksik di Indonesia. Ketika influencer dengan jangkauan luas melakukan ini, hal itu tidak lagi bersifat "pribadi." Ini membunuh karier, menutup pintu, dan menciptakan ketakutan dalam komunitas, semua demi popularitas dan kepentingan pribadi mereka sendiri. tidak akan lagi mendukung, berinteraksi dengan, merekomendasikan, atau bekerja dengan siapa pun yang berpartisipasi dalam atau memungkinkan perilaku gatekeeping seperti ini. Jika Anda seorang founder, hiring manager, atau sesama profesional di dunia teknologi Indonesia, saya mendorong Anda untuk sangat berhati-hati. Merit, profesionalisme, dan hasil kerja nyata seharusnya jauh lebih penting daripada daftar hitam pribadi seseorang atau skor Twitter. Mari kita bangun ekosistem teknologi yang lebih baik, yang tidak dikendalikan oleh segelintir hakim karakter yang mengangkat diri sendiri. #IndonesianTech #Techindonesia #ProfessionalEthics #StopTechBroCulture