Rahmat Wibowo secara publik memasukkan Ibrahim Arief dan Adith Widya Pradipta ke dalam daftar hitam, menuduh mereka mempertahankan daftar hitam di komunitas teknologi Indonesia dan melakukan gatekeeping terhadap keputusan perekrutan berdasarkan drama media sosial alih-alih merit.
| ID | ev-20260601-003 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Target | Adith Widya Pradipta Ibrahim Arief |

Transkrip
Baru-baru ini saya membuat keputusan untuk sepenuhnya
memasukkan ke daftar hitam dua nama terkemuka di
kancah teknologi Indonesia:
Ibrahim Arief (@ibamarief) dan Adith Widya
Pradipta (@adith_wp
| Adith Widya Pradipta) dari eLife Inc. (#®
ABtt1 — 3417) Seiichiro Fujiwara
Alexey Burlakov
Mereka secara publik telah membela dan menormalisasi
praktik mempertahankan "daftar hitam" pribadi
berdasarkan opini dan perilaku online seseorang, bahkan terhadap
individu yang tidak pernah bekerja langsung
di bawah mereka, termasuk saya sendiri.
Sebagai influencer teknologi, mereka menunggangi gelombang
viralitas, menjadikan penilaian pribadi mereka sebagai senjata,
dan mengubahnya menjadi konsekuensi
profesional. Mereka secara terbuka mengakui
menilai "karakter" dan memutuskan siapa yang
"toksik" atau "tidak layak dipekerjakan" berdasarkan drama Twitter/x
dan groupthink, sambil mengklaim itu hanya
"daftar pribadi" mereka.
Inilah asal mula budaya tech bro toksik
di Indonesia.
Ketika influencer dengan jangkauan luas melakukan ini,
hal itu tidak lagi bersifat "pribadi." Ini membunuh karier,
menutup pintu, dan menciptakan ketakutan dalam
komunitas, semua demi popularitas dan
kepentingan pribadi mereka sendiri.
tidak akan lagi mendukung, berinteraksi dengan,
merekomendasikan, atau bekerja dengan siapa pun yang
berpartisipasi dalam atau memungkinkan perilaku gatekeeping
seperti ini.
Jika Anda seorang founder, hiring manager, atau sesama
profesional di dunia teknologi Indonesia, saya mendorong
Anda untuk sangat berhati-hati. Merit,
profesionalisme, dan hasil kerja nyata
seharusnya jauh lebih penting daripada daftar hitam
pribadi seseorang atau skor Twitter.
Mari kita bangun ekosistem teknologi yang lebih baik, yang
tidak dikendalikan oleh segelintir hakim
karakter yang mengangkat diri sendiri.
#IndonesianTech #Techindonesia
#ProfessionalEthics #StopTechBroCulture