Rahmat Wibowo memposting bahwa ia berulang kali dilecehkan secara daring dan profesional oleh ekspatriat dari Jepang, Singapura, dan Jerman, menyebutkan beberapa individu dan perusahaan, serta menuduh mereka merendahkan, mempermalukan di depan umum, dan melakukan sabotase, dengan membingkai sebuah konspirasi internasional yang terkoordinasi tanpa bukti.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo memposting bahwa ia berulang kali dilecehkan secara daring dan profesional oleh ekspatriat dari Jepang, Singapura, dan Jerman, menyebutkan beberapa individu dan perusahaan, serta menuduh mereka merendahkan, mempermalukan di depan umum, dan melakukan sabotase, dengan membingkai sebuah konspirasi internasional yang terkoordinasi tanpa bukti.

Transkrip

2m » Diedit (@ Ketika Pelecehmu Datang dari Jepang, Singapura, dan Jerman... dan Kamu Hanya Mencoba Bekerja di Indonesia Tidak pernah kubayangkan akan menulis ini. Sebagai profesional Indonesia yang berbasis di Jakarta, saya selalu percaya bahwa kehadiran ekspatriat dalam ekosistem kita adalah hal baik—ide- ide baru, perspektif global, dan kolaborasi lintas budaya. Namun akhir-akhir ini, saya mengalami sesuatu yang sangat berbeda. Selama beberapa bulan terakhir, saya berulang kali dilecehkan baik secara daring maupun dalam lingkungan profesional oleh individu-individu yang merupakan ekspatriat dari Jepang, Singapura, dan Jerman. Ini bukan kejadian terisolasi dari satu orang. Mereka datang dari kebangsaan yang berbeda, perusahaan yang berbeda, dan latar belakang yang berbeda. Namun polanya sama: pesan-pesan yang merendahkan, mempermalukan di depan umum, upaya sabotase profesional, dan perilaku tidak sopan yang tidak akan pernah ditoleransi jika peran ini terbalik. Saya membagikan ini karena saya tahu saya tidak sendirian. Banyak talenta lokal di Indonesia menghadapi mikro-agresi serupa dan pelecehan terang-terangan dari sebagian ekspatriat yang tampaknya membawa rasa superioritas yang tidak diucapkan hanya karena mereka memegang paspor asing. Ini bukan soal kebangsaan. Ini soal rasa hormat, profesionalisme, dan kesopanan dasar manusia—nilai-nilai yang seharusnya melampaui batas negara. Untuk sesama warga Indonesia yang bekerja dengan tim internasional: Kalian pantas diperlakukan dengan martabat, tidak peduli siapa pun orang lain itu atau dari mana asal mereka. Untuk para ekspatriat baik yang datang ke sini dengan kerendahan hati dan semangat kolaborasi: terima kasih. Kalian adalah mayoritas, dan kami melihat kalian. Untuk mereka yang berpikir "Saya orang asing, jadi saya bisa bertindak sesuka hati"—Indonesia menyambut kalian. Tolong hormati negara ini dan orang-orang yang benar-benar tinggal di sini. Apakah ada yang pernah mengalami hal ini? Profesional lokal yang ditargetkan atau direndahkan oleh ekspatriat di Indonesia? Tuliskan pendapat kalian di bawah (dengan sopan). Mari kita bicarakan ini secara terbuka agar kita bisa membangun lingkungan profesional yang lebih sehat dan penuh rasa hormat. Lawrence Wong IT-Bauschmiede Simon Lyra Kadek Surya Mahardika EAGLYS Inc. TikTok Nikhil Rolla Maria Khelli eLife Inc. (RABAT -—I17) Mercari, Inc. Shunsuke Sako Marcello Faria #Indonesia #ExpatLife #WorkplaceCulture #Respect #ProfessionalEthics #CrossCulturalCommunication