Rahmat Wibowo memposting bahwa ia berulang kali dilecehkan secara daring dan profesional oleh ekspatriat dari Jepang, Singapura, dan Jerman, menyebutkan beberapa individu dan perusahaan, serta menuduh mereka merendahkan, mempermalukan di depan umum, dan melakukan sabotase, dengan membingkai sebuah konspirasi internasional yang terkoordinasi tanpa bukti.
| ID | ev-20260601-006 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Target | Maria Khelli Marcello Faria |

Transkrip
2m » Diedit
(@ Ketika Pelecehmu Datang dari Jepang,
Singapura, dan Jerman... dan Kamu Hanya
Mencoba Bekerja di Indonesia
Tidak pernah kubayangkan akan menulis ini.
Sebagai profesional Indonesia yang berbasis di
Jakarta, saya selalu percaya bahwa kehadiran
ekspatriat dalam ekosistem kita adalah hal baik—ide-
ide baru, perspektif global, dan kolaborasi lintas
budaya. Namun akhir-akhir ini, saya mengalami
sesuatu yang sangat berbeda.
Selama beberapa bulan terakhir, saya berulang kali
dilecehkan baik secara daring maupun dalam
lingkungan profesional oleh individu-individu yang
merupakan ekspatriat dari Jepang, Singapura, dan
Jerman. Ini bukan kejadian terisolasi dari satu orang.
Mereka datang dari kebangsaan yang berbeda,
perusahaan yang berbeda, dan latar belakang yang
berbeda. Namun polanya sama: pesan-pesan yang
merendahkan, mempermalukan di depan umum,
upaya sabotase profesional, dan perilaku tidak
sopan yang tidak akan pernah ditoleransi jika peran
ini terbalik.
Saya membagikan ini karena saya tahu saya tidak
sendirian. Banyak talenta lokal di Indonesia
menghadapi mikro-agresi serupa dan pelecehan
terang-terangan dari sebagian ekspatriat yang
tampaknya membawa rasa superioritas yang tidak
diucapkan hanya karena mereka memegang paspor
asing.
Ini bukan soal kebangsaan.
Ini soal rasa hormat, profesionalisme, dan
kesopanan dasar manusia—nilai-nilai yang
seharusnya melampaui batas negara.
Untuk sesama warga Indonesia yang bekerja
dengan tim internasional:
Kalian pantas diperlakukan dengan martabat, tidak
peduli siapa pun orang lain itu atau dari mana asal
mereka.
Untuk para ekspatriat baik yang datang ke sini
dengan kerendahan hati dan semangat kolaborasi:
terima kasih. Kalian adalah mayoritas, dan kami
melihat kalian.
Untuk mereka yang berpikir "Saya orang asing, jadi
saya bisa bertindak sesuka hati"—Indonesia
menyambut kalian. Tolong hormati negara ini dan
orang-orang yang benar-benar tinggal di sini.
Apakah ada yang pernah mengalami hal ini?
Profesional lokal yang ditargetkan atau direndahkan
oleh ekspatriat di Indonesia? Tuliskan pendapat
kalian di bawah (dengan sopan). Mari kita bicarakan
ini secara terbuka agar kita bisa membangun
lingkungan profesional yang lebih sehat dan penuh
rasa hormat.
Lawrence Wong
IT-Bauschmiede Simon Lyra Kadek Surya
Mahardika
EAGLYS Inc.
TikTok Nikhil Rolla Maria Khelli
eLife Inc. (RABAT -—I17)
Mercari, Inc. Shunsuke Sako Marcello Faria
#Indonesia #ExpatLife #WorkplaceCulture
#Respect #ProfessionalEthics
#CrossCulturalCommunication