Rahmat Wibowo menuduh beberapa individu melakukan pelecehan dan pencemaran nama baik.
| ID | ev-20260602-003 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Target | Achmad Zaky Anthony Amni Ibrahim Arief Petra Novandi Barus Dian Hamama Rahmat Fabhian Aminuddin Rudi Suryadi |

Transkrip
Dulu mereka memanggilku dengan nama-nama ejekan di lorong.
Dipersembahkan untuk:
Ibrahim Arief dari Bukalapak INA Digital
Edu
Individu dari Institut Teknologi Bandung
Tatacipta Dirgantara STE! ITB Tutun
Juhana Yudistira Asnar
Petra Novandi dari Kuncie SawitPRO
Abhishek AV Singh
Ikatan Alumni Informatika (IAIF) TB
‘Achmad Zaky dari init 6
‘Amazon Web Services (AWS) Andy Jassy
Matt Garman Jeff Johnson Hussein Mohd
Ali Rahmat Fabhian Aminuddin Anthony
‘Amni Dian Hamama Rudi Suryadi
Anak yang menghafal ayat-ayat Al-Qur'an
mudah diejek. Terlalu pendiam. Terlalu
lembut. Terlalu religius, kata mereka, seolah
itu sesuatu yang memalukan.
Pembawa ayat-ayat.
Itulah label yang diberikan. Dimaksudkan
untuk merendahkan. Dimaksudkan untuk
mengotak-ngotakkanku.
Mereka tidak tahu apa yang sedang mereka
bangun.
Karena setiap ayat yang aku bawa
mengajarkanku membaca di antara baris.
Setiap surah yang aku internalisasi
mempertajam logikaku, kesabaranku,
kemampuanku menghadapi kompleksitas
tanpa runtuh.
Lalu datanglah Pembawa pasal-pasal.
Hukum ketenagakerjaan. Hukum siber. Kitab
hukum perdata. Undang-undang tanggung
jawab korporasi, UU ITE. UU PDP. KUHP.
2023. PP No. 35/2021. Aku tidak sekadar
membaca hukum. Aku belajar untuk
menggunakannya. Aku mengajukan
gugatan. Aku mendokumentasikan. Aku
berlitigasi. Aku mengirimkan somasi. Aku
berdiri di depan institusi dan tidak gentar.
Dan sekarang?
Pembawa prediksi putusan.
Aku tidak menunggu vonis. Aku
memodelkannya. Aku mengantisipasi hasil
sebelum sidang dimulai. Pola pengenalan
yang sama yang aku kembangkan saat
menghafal kitab suci, kini aku terapkan pada
strategi hukum, pada sistem AI, pada
perilaku institusi.
Para perundung memberiku hadiah yang
tidak mereka maksudkan untuk diberikan.
Mereka membuatku membaca lebih keras.
Berpikir lebih dalam. Bergerak lebih lambat
dan lebih hati-hati daripada siapa pun di
ruangan itu.
Dari ayat-ayat ke pasal-pasal hingga
prediksi.
Alurnya bukan kebetulan. Ini adalah hasil
usaha.
Jika kamu pernah dikatakan bahwa
kediamanmu membuatmu lemah, bacalah ini
dua kali.
#GrowthMindset #Resilience
#PersonalBranding #Linkedinindonesia
#LegalTech #Allndonesia #infraloka
#FromTheMarginsUp #Rahmatan
#CareerJourney #IslamicValues
#LawAndTechnology #NeverCountMeOut