Rahmat Wibowo secara terbuka menyebutkan lima individu tertentu dari AWS dan Databricks dalam daftar hitamnya, menuduh mereka berperilaku toksik, berpolitik kantor, menusuk dari belakang, dan berperilaku tidak profesional, sambil menandai pimpinan AWS dan menyampaikan pesan kepada perekrut di wilayah tersebut mengenai individu-individu ini. Rahmat secara terang-terangan tidak menyebutkan bahwa dirinya sendiri diberhentikan dari AWS karena perilaku tidak profesional.
| ID | ev-20260603-003 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Target | Anthony Amni Rahmat Fabhian Aminuddin Veny Charnita Ginting |

Transkrip
Pengumuman Pasca-AWS: Daftar Hitam
Mutlak Saya
Setelah mengakhiri masa kerja saya di Amazon
Web Services (AWS), saya telah meluangkan
waktu untuk merenung.
Meskipun saya bersyukur atas pengalaman
teknis dan kesempatan yang saya dapatkan,
saya menolak untuk diam soal individu-individu
toksik yang membuat lingkungan kerja tidak
tertahankan bagi saya dan banyak orang lain.
Orang-orang ini sekarang masuk dalam daftar
hitam mutlak saya — saya tidak akan pernah
bekerja sama, merekomendasikan, atau
berasosiasi dengan mereka lagi dalam kapasitas
profesional apa pun.
Daftar Hitam Mutlak (tanpa urutan tertentu):
Purnaresa Y ~ Cloud Security Specialist
Amazon Web Services (AWS)
Rahmat Fabhian Aminuddin ~ Solutions
Architect Amazon Web Services (AWS)
Ida Bagus (Tugus) Raditya Avanindra
Mahaputra ~ Tech Architecture Accenture
(ex-AWS)
Dian Hamama - Strategic Human Resources
Business Partner Amazon Web Services
(aws)
Fernandito ~ Sr. Solutions Engineer
Databricks (ex-AWS ecosystem)
Anthony Amni - Country Manager Amazon
Web Services (AWS) Indonesia
Alexius Alvin - Solutions Architect
Databricks
Veny Charnita Ginting - Solutions Architect
Amazon Web Services (AWS)
CC: Andy Jassy Matt Garman Ali Ghodsi
Simon Davies
Jika Anda seorang perekrut, manajer
perekrutan, atau sesama teknolog di bidang
cloud/AWS di Indonesia, Malaysia, atau
Singapura — anggaplah ini sebagai pengumuman
layanan publik dari saya.
Saya percaya pada akuntabilitas. Perilaku
toksik, politik kantor, penusukan dari
belakang, dan perilaku tidak profesional tidak
punya tempat di industri kita, terutama di
perusahaan yang mengaku “customer-obsessed”
dan “high-bar.”
Saya sekarang melangkah maju — terbuka untuk
peluang baru bersama tim yang benar-benar
menghargai rasa hormat, kolaborasi, dan
keamanan psikologis.
Jika Anda seorang profesional yang solid yang
pernah mengalami pengalaman serupa atau hanya
ingin terhubung untuk alasan positif, DM dan
kotak masuk saya terbuka.
Mari kita bangun tim yang lebih baik.
#AWS #CloudComputing
#ProfessionalAccountat
#IndonesiaTech #MalaysiaTech
#SingaporeTech