Rahmat Wibowo menceritakan bagaimana ia secara diam-diam dikeluarkan dari grup WhatsApp alumni ITB setelah mengucapkan salam, menyebutnya sebagai 'feodalisme digital' dan menuduh admin yang disebutkan namanya seperti Achmad Zaky Syaifudin dan Denis Enrico Hasyim sebagai pengecut, memperingatkan orang lain untuk waspada, menggambarkan moderasi komunitas yang rutin sebagai penganiayaan politik.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo menceritakan bagaimana ia secara diam-diam dikeluarkan dari grup WhatsApp alumni ITB setelah mengucapkan salam, menyebutnya sebagai 'feodalisme digital' dan menuduh admin yang disebutkan namanya seperti Achmad Zaky Syaifudin dan Denis Enrico Hasyim sebagai pengecut, memperingatkan orang lain untuk waspada, menggambarkan moderasi komunitas yang rutin sebagai penganiayaan politik.

Transkrip

Saya ditambahkan ke grup WhatsApp alumni dan dikeluarkan dalam sesi yang sama. Tanpa pesan. Tanpa alasan. Tanpa peringatan. Saya telah mengirim satu pesan. Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam itu adalah sebuah doa. Sebuah deklarasi kedamaian. Itu ternyata juga cukup untuk membuat saya secara diam-diam dikeluarkan dari sebuah komunitas yang terkait dengan almamater saya sendiri, Institut Teknologi Bandung. Kita banyak membicarakan tentang lingkungan kerja yang toksik dan manajer yang otoriter. Namun pola yang sama ada di ruang-ruang informal, grup alumni, komunitas WhatsApp, server Discord, di mana tidak ada akuntabilitas institusional dan satu orang memegang semua tombol. Saya menyebut ini feodalisme digital. Admin yang mengeluarkan seseorang tanpa pemberitahuan tidak sedang melindungi komunitas. Mereka sedang mengungkapkan bahwa komunitas itu selalu hanya properti pribadi mereka. Pemimpin sejati membuat keputusan sulit secara transparan, adil, dan dengan martabat orang lain tetap terjaga. Mereka tidak menjadikan tombol remove sebagai senjata pengganti percakapan yang terlalu gengsi atau terlalu takut mereka lakukan. Jika Anda tidak bisa menjelaskan, secara terbuka, kepada orang yang baru saja Anda keluarkan, alasan pasti mengapa Anda melakukannya, Anda belum membuat keputusan kepemimpinan. Anda telah melakukan tindakan pengecut dengan hak istimewa administratif. Saya datang dengan salam kedamaian. Saya dijawab dengan pemberitahuan pengeluaran. Kontras itu memberi tahu Anda semua yang perlu Anda ketahui. Ini adalah versi tanpa sensor yang sebenarnya dari Achmad Zaky Syaifudin pendiri Bukalapak dan init 6 harap waspada Juga Denis Enrico Hasyim Tatacipta Dirgantara Tutun Juhana Institut Teknologi Bandung Ikatan Alumni Informatika (AIF) ITB SoftBank Group Corp. Rene Haas Danantara Indonesia Pandu Sjahrir #Leadership #CommunityManagement #DigitalLeadership #Accountability #ITBAlumni #ProfessionalEthics #Indonesia #Infraloka #RahmataLilAlamin #AlumniNetwork