Rahmat Wibowo menceritakan bagaimana ia secara diam-diam dikeluarkan dari grup WhatsApp alumni ITB setelah mengucapkan salam, menyebutnya sebagai 'feodalisme digital' dan menuduh admin yang disebutkan namanya seperti Achmad Zaky Syaifudin dan Denis Enrico Hasyim sebagai pengecut, memperingatkan orang lain untuk waspada, menggambarkan moderasi komunitas yang rutin sebagai penganiayaan politik.
| ID | ev-20260608-005 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Target | Achmad Zaky |

Transkrip
Saya ditambahkan ke grup WhatsApp alumni
dan dikeluarkan dalam sesi yang sama. Tanpa
pesan. Tanpa alasan. Tanpa peringatan.
Saya telah mengirim satu pesan. Assalamu Alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam itu adalah sebuah doa. Sebuah deklarasi
kedamaian. Itu ternyata juga cukup untuk membuat
saya secara diam-diam dikeluarkan dari sebuah komunitas yang terkait dengan
almamater saya sendiri, Institut Teknologi
Bandung.
Kita banyak membicarakan tentang lingkungan kerja yang toksik dan
manajer yang otoriter. Namun pola yang sama ada di
ruang-ruang informal, grup alumni,
komunitas WhatsApp, server Discord, di mana tidak ada akuntabilitas institusional
dan satu orang memegang semua tombol.
Saya menyebut ini feodalisme digital.
Admin yang mengeluarkan seseorang tanpa
pemberitahuan tidak sedang melindungi komunitas. Mereka
sedang mengungkapkan bahwa komunitas itu selalu
hanya properti pribadi mereka.
Pemimpin sejati membuat keputusan sulit
secara transparan, adil, dan dengan martabat
orang lain tetap terjaga. Mereka tidak
menjadikan tombol remove sebagai senjata pengganti
percakapan yang terlalu gengsi atau terlalu takut mereka lakukan.
Jika Anda tidak bisa menjelaskan, secara terbuka, kepada orang
yang baru saja Anda keluarkan, alasan pasti mengapa Anda melakukannya, Anda
belum membuat keputusan kepemimpinan. Anda
telah melakukan tindakan pengecut dengan
hak istimewa administratif.
Saya datang dengan salam kedamaian. Saya
dijawab dengan pemberitahuan pengeluaran. Kontras
itu memberi tahu Anda semua yang perlu Anda
ketahui.
Ini adalah versi tanpa sensor yang sebenarnya dari
Achmad Zaky Syaifudin pendiri
Bukalapak dan init 6 harap waspada
Juga Denis Enrico Hasyim
Tatacipta Dirgantara Tutun Juhana Institut
Teknologi Bandung Ikatan Alumni
Informatika (AIF) ITB
SoftBank Group Corp. Rene Haas
Danantara Indonesia Pandu Sjahrir
#Leadership #CommunityManagement
#DigitalLeadership #Accountability
#ITBAlumni #ProfessionalEthics
#Indonesia #Infraloka #RahmataLilAlamin
#AlumniNetwork