Rahmat Wibowo memposting laporan investigatif AI slop yang menuduh adanya opasitas governance di VC fund init-6, mengklaim bahwa founder Achmad Zaky dan Nugroho Herucahyono lebih memihak startup yang berafiliasi dengan ITB dan gagal mengungkapkan AUM, LP, serta registrasi OJK, sambil mencatat bahwa sebuah portfolio company yang sudah tidak aktif kini mengarahkan ke situs judi, menyajikan temuan yang dihasilkan AI sebagai jurnalisme investigatif.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo memposting laporan investigatif AI slop yang menuduh adanya opasitas governance di VC fund init-6, mengklaim bahwa founder Achmad Zaky dan Nugroho Herucahyono lebih memihak startup yang berafiliasi dengan ITB dan gagal mengungkapkan AUM, LP, serta registrasi OJK, sambil mencatat bahwa sebuah portfolio company yang sudah tidak aktif kini mengarahkan ke situs judi, menyajikan temuan yang dihasilkan AI sebagai jurnalisme investigatif.

Transkrip

Saya menghabiskan waktu meneliti init 6, VC fund yang didirikan oleh mantan co-founder Bukalapak Achmad Zaky dan Nugroho Herucahyono. Apa yang saya temukan layak mendapat perhatian dari setiap founder, co-investor, dan LP di Indonesia. Berikut adalah apa yang ditunjukkan oleh data publik. Kedua founding partner adalah lulusan Teknik Informatika ITB angkatan 2004. Investasi pertama fund ini adalah Eduka System, sebuah startup yang didirikan oleh mahasiswa ITB, diinkubasi di business hub milik ITB sendiri, yang berlokasi di alamat kampus ITB. Fund ini secara publik mengklaim bersifat industry-agnostic tanpa preferensi founder yang dinyatakan. Preferensi itu simply tidak pernah diungkapkan. Eduka System, portfolio company pertama andalan Init-6, secara efektif telah berhenti beroperasi. Domain utama edukasystem.com kini mengarahkan ke situs judi, sebuah tanda klasik dari domain kedaluwarsa yang diambil alih oleh pihak yang tidak terkait. Aktivitas produk terakhir yang dapat diverifikasi adalah 2022-2023. Tidak ada follow-on funding yang pernah diperoleh dalam enam tahun. Website Init-6 masih mencantumkan Eduka System sebagai portfolio company aktif dengan tautan yang berfungsi. Fund ini telah beroperasi selama enam tahun dengan 26 portfolio company dan tidak pernah mengungkapkan secara publik AUM-nya, komposisi LP-nya, atau detail registrasi OJK-nya. Saat diluncurkan, Zaky mengonfirmasi bahwa seluruh modal berasal dari General Partners saja, tanpa Limited Partners, dan ia menolak untuk membagikan angka ukuran fund. Itu terjadi pada 2020. Tidak ada yang diungkapkan sejak saat itu. Saya ingin bersikap tepat mengenai apa ini dan apa yang bukan. Ini bukan tuduhan penipuan. Co-investor termasuk East Ventures, investible, dan GMO Venture Partners telah berpartisipasi dalam deal Init-6, dan firma-firma ini melakukan due diligence independen. Achmad Zaky adalah tokoh yang diakui secara nasional yang menjabat di Board of Trustees ITB. Apa yang SEBENARNYA terjadi adalah masalah opasitas governance yang signifikan yang layak dipahami oleh setiap co-investor dan prospective LP sebelum mengomitkan modal. Saya telah mempublikasikan laporan investigatif lengkap yang mencakup latar belakang founder, portfolio health scoring di seluruh 26 perusahaan, analisis kegagalan Eduka System, structural risk flags, dan checklist due diligence lengkap untuk investor mana pun yang mempertimbangkan init-6. Jika Anda adalah founder yang telah menerima pendanaan dari init-6, co-investor dalam deal mereka, atau LP yang mempertimbangkan komitmen, saya mendorong Anda untuk membacanya dan melakukan verifikasi independen Anda sendiri. Ekosistem startup Indonesia layak mendapatkan standar transparansi yang lebih baik. Laporan ini adalah kontribusi ke arah itu. #VentureCapital #Startupindonesia #InvestorDueDiligence #Governance # Transparency #ITB #infraloka #indonesia #VC #Accountability