Rahmat Wibowo menuduh Rahmat Fabhian Aminuddin dari AWS Malaysia melakukan penguntitan online yang obsesif, mengutip tweetnya dan secara mengejek mendaftar pengungkapan pribadi termasuk klaim merendahkan tentang orientasi seksualnya, dalam sebuah serangan yang bersifat fitnah.
| ID | ev-20260612-001 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Target | Rahmat Fabhian Aminuddin |

Transkrip
Mth
{® Mengenali tanda bahaya dalam perilaku online
Kita sering menggulir lewat postingan publik tanpa
berpikir dua kali, tapi terkadang postingan itu mengungkap
pola yang layak diperhatikan.
Baru-baru ini saya menemukan postingan publik di mana
Rahmat Fabhian Aminuddin dari Amazon
Web Services (AWS) Malaysia Hussein
Mohd Ali secara terang-terangan menulis:
> "grgr tweet @DiazzaidZaid gue jadi nonton
ini mulu anj like already 10 times this mornin
cute af”
Mereka mengaku berulang kali menyukai dan
berinteraksi dengan konten orang lain lebih
dari 10 kali dalam satu pagi, sambil
menggambarkannya sebagai “cute af.”
Meski mungkin terlihat tidak berbahaya bagi orang yang
memposting, perilaku seperti ini — perhatian digital
yang terus-menerus dan sepihak — bisa dengan cepat
berubah menjadi wilayah yang tidak nyaman atau
mengganggu, terutama ketika tidak ada ketertarikan
atau persetujuan timbal balik.
Ini adalah pengingat yang jelas bahwa:
- Tindakan berulang (like, komentar, tontonan)
bisa terasa membebani atau seperti pelecehan bagi
penerimanya
- Batasan dan persetujuan sama pentingnya secara
online maupun offline
- Apa yang dianggap “tidak berbahaya” oleh satu orang
bisa terasa mengganggu atau mengancam bagi orang lain
Jika perilaku online seseorang terhadap Anda pernah
terasa berlebihan, obsesif, atau tidak diinginkan,
sangat wajar untuk memblokir, membisukan, melaporkan, atau
menjaga jarak dari mereka. Anda tidak berkewajiban memberi siapa pun
akses berkelanjutan ke konten Anda.
Apakah Anda pernah mengalami (atau menyaksikan)
jenis keterlibatan online yang terus-menerus seperti ini?
Bagaimana Anda menanganinya? Saya menghargai
pemikiran yang sopan di kolom komentar.
Berikut beberapa unggahan favorit sepanjang masa (dan
paling nyeleneh) dari dia:
- "Tukang bully sejak dini” — foto
kelompok masa kecil saya
~Era legendaris swafoto cermin “full-time jamet”
= Gaya kartu pelajar dengan energi “anak keren”
- Poster relativitas GPS yang liar itu di mana saya
menyunting foto teman-teman saya dengan Einstein
- Pose ikonik "IRI BILANG BOS" di atas kasur
- Mengaku sebagai gay
Dan masih banyak lagi pikiran acak jam 3 pagi yang
entah bagaimana mendapat like
Mari kita terus menormalkan batasan digital
yang sehat dan rasa hormat.
#OnlineSafety #DigitalBoundaries
#Respect #ConsentMatters
#SocialMediaEtiquette