Rahmat Wibowo menuduh Rahmat Fabhian Aminuddin dari AWS Malaysia melakukan penguntitan online yang obsesif, mengutip tweetnya dan secara mengejek mendaftar pengungkapan pribadi termasuk klaim merendahkan tentang orientasi seksualnya, dalam sebuah serangan yang bersifat fitnah.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo menuduh Rahmat Fabhian Aminuddin dari AWS Malaysia melakukan penguntitan online yang obsesif, mengutip tweetnya dan secara mengejek mendaftar pengungkapan pribadi termasuk klaim merendahkan tentang orientasi seksualnya, dalam sebuah serangan yang bersifat fitnah.

Transkrip

Mth {® Mengenali tanda bahaya dalam perilaku online Kita sering menggulir lewat postingan publik tanpa berpikir dua kali, tapi terkadang postingan itu mengungkap pola yang layak diperhatikan. Baru-baru ini saya menemukan postingan publik di mana Rahmat Fabhian Aminuddin dari Amazon Web Services (AWS) Malaysia Hussein Mohd Ali secara terang-terangan menulis: > "grgr tweet @DiazzaidZaid gue jadi nonton ini mulu anj like already 10 times this mornin cute af” Mereka mengaku berulang kali menyukai dan berinteraksi dengan konten orang lain lebih dari 10 kali dalam satu pagi, sambil menggambarkannya sebagai “cute af.” Meski mungkin terlihat tidak berbahaya bagi orang yang memposting, perilaku seperti ini — perhatian digital yang terus-menerus dan sepihak — bisa dengan cepat berubah menjadi wilayah yang tidak nyaman atau mengganggu, terutama ketika tidak ada ketertarikan atau persetujuan timbal balik. Ini adalah pengingat yang jelas bahwa: - Tindakan berulang (like, komentar, tontonan) bisa terasa membebani atau seperti pelecehan bagi penerimanya - Batasan dan persetujuan sama pentingnya secara online maupun offline - Apa yang dianggap “tidak berbahaya” oleh satu orang bisa terasa mengganggu atau mengancam bagi orang lain Jika perilaku online seseorang terhadap Anda pernah terasa berlebihan, obsesif, atau tidak diinginkan, sangat wajar untuk memblokir, membisukan, melaporkan, atau menjaga jarak dari mereka. Anda tidak berkewajiban memberi siapa pun akses berkelanjutan ke konten Anda. Apakah Anda pernah mengalami (atau menyaksikan) jenis keterlibatan online yang terus-menerus seperti ini? Bagaimana Anda menanganinya? Saya menghargai pemikiran yang sopan di kolom komentar. Berikut beberapa unggahan favorit sepanjang masa (dan paling nyeleneh) dari dia: - "Tukang bully sejak dini” — foto kelompok masa kecil saya ~Era legendaris swafoto cermin “full-time jamet” = Gaya kartu pelajar dengan energi “anak keren” - Poster relativitas GPS yang liar itu di mana saya menyunting foto teman-teman saya dengan Einstein - Pose ikonik "IRI BILANG BOS" di atas kasur - Mengaku sebagai gay Dan masih banyak lagi pikiran acak jam 3 pagi yang entah bagaimana mendapat like Mari kita terus menormalkan batasan digital yang sehat dan rasa hormat. #OnlineSafety #DigitalBoundaries #Respect #ConsentMatters #SocialMediaEtiquette