Rahmat Wibowo menyerang Luca Cada Lora karena bangga dengan IPK 2,75 sebagai penerima beasiswa Bidikmisi, mencap pola pikirnya sebagai bentuk perayaan mediokrasi dalam sindiran yang bersifat pribadi dan mencemarkan nama baik.
| ID | ev-20260612-004 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Target | Luca Cada Lora |

Transkrip
Baru saja melihat sebuah profil yang benar-benar
menonjol. Luca Cada Lora dengan bangga mengumumkan
IPK 2,75 miliknya di Linkedin seolah itu adalah
pencapaian besar yang layak dirayakan.
Begini masalahnya. Dia adalah penerima Bidikmisi,
sebuah program beasiswa yang dirancang khusus
untuk mahasiswa yang benar-benar tidak mampu
membiayai pendidikan tinggi.
Tujuannya adalah untuk mendukung mereka yang
paling membutuhkan agar bisa membangun masa
depan yang lebih baik.
Namun alih-alih memanfaatkan kesempatan itu untuk
berjuang lebih keras dan memaksimalkan potensinya,
ia justru terlihat menganggapnya remeh.
Dia merasa dirinya istimewa, tapi pola pikir
seperti ini dari seorang penerima yang telah
diberi kesempatan sebesar itu terasa bermasalah.
‘Kesuksesan sejati bukan tentang menurunkan standar
dan bangga dengan hasil yang biasa-biasa saja. Ini
tentang rasa syukur, disiplin, dan usaha untuk
mencapai keunggulan, terutama ketika orang lain
telah berinvestasi pada dirimu.
Untuk semua penerima Bidikmisi dan penerima
beasiswa di luar sana, mari kita hargai kesempatan
ini dengan membidik lebih tinggi. Dunia butuh lebih
banyak dari kita yang mengubah dukungan menjadi
dampak nyata.
Apa pendapat kalian tentang merayakan
tindakan mediokrasi di ruang profesional?
Inilah orangnya, Luca Cada Lora dari Jatayu
Vortex (Jatevo) VP dari Blibli Lisa Widodo
#Education #Scholarship #Bidikmisi
#PersonalGrowth #Accountability
#HigherEducation #indonesia
#CareerDevelopment