Rahmat Wibowo secara sarkastik mempertanyakan bagaimana Luca Cada Lora bisa menuntutnya sementara diduga tidak mendaftarkan perusahaannya sebagai badan hukum, secara menuduh mengisyaratkan adanya penipuan, perlindungan politik, atau keangkuhan.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo secara sarkastik mempertanyakan bagaimana Luca Cada Lora bisa menuntutnya sementara diduga tidak mendaftarkan perusahaannya sebagai badan hukum, secara menuduh mengisyaratkan adanya penipuan, perlindungan politik, atau keangkuhan.

Transkrip

8j - Diedit Saya benar-benar bingung saat ini dan ingin mendengar pendapat jujur kalian. Ada seorang pria bernama Luca Cada Lora yang mengaku punya Rp50 juta siap dibayarkan ke pengacara hanya untuk menuntut saya. Di sisi lain, dia tidak sanggup membuat perusahaannya menjadi badan hukum (PT), padahal semua orang tahu biayanya biasanya kurang dari Rp20 juta. Saya terus bertanya-tanya Logika apa yang dia pakai? Apakah dia punya koneksi kuat di pemerintahan yang melindunginya? Apakah bisnisnya sebenarnya penipuan? Atau apakah dia hanya begitu arogan sehingga merasa hukum tidak bisa menyentuhnya? Saya belum pernah melihat logika semacam ini, rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk menuntut seseorang daripada untuk membuat perusahaannya sendiri legal. Apakah ada yang pernah mengalami hal serupa di sini? Menurut kalian sebenarnya ada apa? Akan sangat menghargai pendapat kalian (tanpa penghakiman, hanya opini sebenarnya) Terima kasih. Ini Luca Cada Lora, sosok di balik Jatayu Vortex (Jatevo), yang dengan bangga menyebut dirinya sebagai VP Blibli di bawah Bu Lisa Widodo #BusinessEthics #IndonesiaBusiness #LegalMatters #Startupindonesia