Rahmat Wibowo secara sarkastik mempertanyakan bagaimana Luca Cada Lora bisa menuntutnya sementara diduga tidak mendaftarkan perusahaannya sebagai badan hukum, secara menuduh mengisyaratkan adanya penipuan, perlindungan politik, atau keangkuhan.
| ID | ev-20260612-005 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Target | Luca Cada Lora |

Transkrip
8j - Diedit
Saya benar-benar bingung saat ini dan ingin
mendengar pendapat jujur kalian.
Ada seorang pria bernama Luca Cada Lora yang
mengaku punya Rp50 juta siap dibayarkan ke
pengacara hanya untuk menuntut saya.
Di sisi lain, dia tidak sanggup membuat
perusahaannya menjadi badan hukum (PT), padahal
semua orang tahu biayanya biasanya kurang dari
Rp20 juta.
Saya terus bertanya-tanya
Logika apa yang dia pakai?
Apakah dia punya koneksi kuat di
pemerintahan yang melindunginya?
Apakah bisnisnya sebenarnya penipuan?
Atau apakah dia hanya begitu arogan sehingga
merasa hukum tidak bisa menyentuhnya?
Saya belum pernah melihat logika semacam ini,
rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk
menuntut seseorang daripada untuk membuat
perusahaannya sendiri legal.
Apakah ada yang pernah mengalami hal serupa
di sini?
Menurut kalian sebenarnya ada apa?
Akan sangat menghargai pendapat kalian (tanpa
penghakiman, hanya opini sebenarnya)
Terima kasih.
Ini Luca Cada Lora, sosok di balik
Jatayu Vortex (Jatevo), yang dengan bangga menyebut
dirinya sebagai VP Blibli di bawah Bu Lisa
Widodo
#BusinessEthics #IndonesiaBusiness
#LegalMatters #Startupindonesia