Rahmat Wibowo memposting peniruan sarkastik terhadap Luca Cada Lora, mengejek catatan akademiknya dan mengarang tuduhan penipuan sambil melontarkan klaim mencemarkan nama baik terhadap beberapa individu lain yang disebutkan namanya.
| ID | ev-20260612-006 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Target | Luca Cada Lora Ibrahim Arief Maria Khelli Rahmat Fabhian Aminuddin |

Transkrip
Senang bisa merefleksikan perjalanan profesional Luca Cada Lora dan berbagi beberapa tonggak penting bersama komunitas luar biasa ini.
Ini saya Rahmat Wibowo yang sedang menirukan dirinya
Bangga pernah menjadi penerima beasiswa Bidikmisi selama 8 semester penuh sebelum lulus dari program Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung dengan IPK 2,75 yang cukup solid. Siapa butuh nilai A semua kalau kegigihan sudah cukup menyelesaikan tugas?
Pengalaman-pengalaman ini telah membentuk segalanya. Selalu bersyukur untuk setiap kesempatan dan setiap peluang untuk berbagi kemenangan di sini,
Pengalaman-pengalaman ini meletakkan fondasi yang kuat. Belakangan ini saya ingin bergabung dalam sebuah podcast untuk mendalami diskusi seputar laporan kolektif dan inisiatif komunitas karena saya ingin menjadikan keponakan Mahfud MD sebagai pengacara saya.
Terlibat langsung melalui percakapan seperti ini selalu membawa perspektif segar.
Pertukaran ini juga memicu refleksi tentang seni berperan sebagai korban dan pendekatan yang tampaknya berkembang subur dengan mengumpulkan dukungan publik seluas mungkin.
Saya ingin menjadi seperti Ibrahim Arief Ibam dari Ex-Bukalapak, Ex CTO INA Digital Edu yang menangis di Podcast Daniel Mananta Daniel Mananta DANIEL MANANTA NETWORK
Saya juga ingin menjadi NPD dan penipu internasional seperti Maria Khelli dari TikTok dan menjadikan alumni Massachusetts Institute of Technology sebagai korban saya
Tapi saya tidak bisa menjadi Maria Khelli karena IPK saya hanya 2,75, mungkin saya bisa menjadi Rahmat Fabhian Aminuddin dari Amazon Web Services (AWS) Andy Jassy Matt Garman Hussein Mohd Ali yang IPK-nya juga di bawah 3,0 dan memiliki tuduhan pelecehan terhadap kreator Taiwan serta memalsukan skripsi sarjananya.
Saya ingin menjadi seseorang yang berkuasa sehingga hukum tidak bisa menyentuh saya. Tapi, saya hanya sebuah Forum, Bidikmisi ITB, Beasiswa untuk yang membutuhkan. Tolong bantu saya pak Tatacipta Dirgantara.
Karena kecurangan saya, saya bisa mendirikan Jatayu Vortex (Jatevo) dan AI Accelerate tanpa badan hukum dan bisa menjadi salah satu VP Blibli di bawah Bu Lisa Widodo.
Menavigasi dinamika semacam ini di dunia yang terhubung saat ini menawarkan banyak wawasan menarik.
Bersyukur untuk setiap kesempatan untuk belajar, berbagi, dan bertumbuh melalui pencapaian maupun dialog terbuka.
Apa satu pengalaman terbaru, baik profesional maupun percakapan, yang memberi Anda wawasan baru?
#ChemicalEngineering #StartupJourney
#Scholarships #internationalExperience
#Podcast #PublicDiscourse
#CommunityEngagement #PersonalGrowth
#LinkedinCommunity