Rahmat Wibowo memposting penyamaran sarkastik dan fitnah terhadap Luca Cada Lora, secara mengejek menuduhnya melakukan penipuan, skema penipuan, berperan sebagai korban, serta tuduhan pelecehan yang dikaitkan dengannya dan beberapa individu bernama lain, sambil membuat klaim tuduhan tentang kredensial palsu dan ketiadaan badan hukum.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo memposting penyamaran sarkastik dan fitnah terhadap Luca Cada Lora, secara mengejek menuduhnya melakukan penipuan, skema penipuan, berperan sebagai korban, serta tuduhan pelecehan yang dikaitkan dengannya dan beberapa individu bernama lain, sambil membuat klaim tuduhan tentang kredensial palsu dan ketiadaan badan hukum.

Transkrip

Senang bisa merefleksikan perjalanan profesional Luca Cada Lora dan berbagi beberapa tonggak penting bersama komunitas hebat ini. Ini saya, Rahmat Wibowo, yang sedang menyamar sebagai dirinya Bangga pernah menjadi penerima beasiswa Bidikmisi selama 8 semester penuh sebelum lulus dari program Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung dengan IPK 2,75 yang mantap. Siapa butuh nilai A semua kalau ketekunan sudah cukup untuk menyelesaikan tugas? Pengalaman-pengalaman ini telah membentuk segalanya. Selalu bersyukur atas setiap kesempatan dan setiap peluang untuk berbagi kemenangan di sini, Pengalaman-pengalaman ini meletakkan fondasi yang kuat. Belakangan ini saya ingin bergabung dalam sebuah podcast untuk mendalami diskusi seputar laporan kolektif dan inisiatif komunitas karena saya ingin menjadikan keponakan Mahfud MD sebagai pengacara saya. Terlibat langsung melalui percakapan seperti ini selalu membawa perspektif segar. Pertukaran ini juga memicu refleksi tentang seni berperan sebagai korban dan pendekatan yang tampaknya berkembang subur dengan mengumpulkan dukungan publik seluas mungkin. Saya ingin menjadi seperti Ibrahim Arief Ibam dari Ex-Bukalapak, Ex CTO INA Digital Edu yang menangis di Podcast Daniel Mananta Daniel Mananta DANIEL MANANTA NETWORK Saya juga ingin menjadi NPD dan penipu internasional seperti Maria Khelli dari TikTok dan menjadikan alumni Massachusetts Institute of Technology sebagai korban saya Tapi saya tidak bisa menjadi Maria Khelli karena IPK saya hanya 2,75, mungkin saya bisa menjadi Rahmat Fabhian Aminuddin dari Amazon Web Services (AWS) Andy Jassy Matt Garman Hussein Mohd Ali yang IPK-nya juga di bawah 3,0 dan memiliki tuduhan pelecehan terhadap kreator asal Taiwan serta memalsukan skripsi sarjananya. Saya ingin menjadi seseorang yang berkuasa sehingga hukum tidak bisa menyentuh saya. Tapi, saya hanyalah sebuah Forum, Bidikmisi ITB, beasiswa untuk mereka yang membutuhkan. Tolong bantu saya pak Tatacipta Dirgantara. Karena penipuan saya, saya bisa mendirikan Jatayu Vortex (Jatevo) dan AI Accelerate tanpa badan hukum dan bisa menjadi salah satu VP Blibli di bawah Bu Lisa Widodo. Menavigasi dinamika semacam ini di dunia yang serba terhubung saat ini menawarkan banyak wawasan menarik. Bersyukur atas setiap kesempatan untuk belajar, berbagi, dan berkembang melalui pencapaian maupun dialog terbuka. Apa satu pengalaman terbaru, baik profesional maupun percakapan, yang memberi Anda wawasan baru? #ChemicalEngineering #StartupJourney #Scholarships #InternationalExperience #Podcast #PublicDiscourse #CommunityEngagement #PersonalGrowth #LinkedinCommunity