Rahmat Wibowo secara sarkastis mempertanyakan integritas keponakan Mahfud MD, Zakaria Nuriman Wanda, karena berteman dengan Luca Cada Lora, yang menghadapi tuduhan penipuan dan mengakui menyebutkan angka biaya hukum secara asal-asalan, dengan membingkainya secara menuduh.
| ID | ev-20260613-002 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Target | Zakaria Nuriman Wanda Luca Cada Lora |

Transkrip
Ketika Warisan Panutan Anda Diuji
oleh Asosiasi
Keponakan Mahfud MD pernah dengan bangga
mengatakan kepada media bahwa pamannya
mengajarkannya untuk selalu
menjunjung tinggi kejujuran dan kebenaran,
Zakaria Nuriman Wanda
Namun hari ini, kita melihatnya berdiri bersama
Luca Cada Lora, seorang individu yang menghadapi
tuduhan penipuan serius, yang secara terbuka mengakui dalam
sebuah tweet publik bahwa angka 50 juta IDR yang ia
sebutkan untuk biaya hukum, dalam kata-katanya sendiri, "cuma
angka asal-asalan" dan bahwa ia hanya
menggunakan seorang teman yang bisa melakukannya secara gratis.
Jadi yang mana yang benar?
Apakah ini standar integritas yang
diwariskan? Karena menyewa seorang pengacara
adalah hal serius. Sengketa hukum memengaruhi kehidupan nyata.
Melontarkan angka secara sembarangan lalu
mengakui bahwa itu hanya karangan bukanlah perilaku
seseorang yang menganggap serius akuntabilitas.
Jika Anda diajarkan kejujuran oleh salah satu
cendekiawan hukum paling terkemuka di Indonesia,
ini saatnya untuk membuktikannya. Bukan hanya dalam
kata-kata, tetapi dalam pergaulan yang Anda jalin dan
pertarungan yang Anda pilih untuk didukung.
Integritas bukanlah warisan. Itu adalah pilihan. Setiap
hari.
Saya berharap mereka yang terlibat merenungkan secara mendalam apa
yang sedang mereka kaitkan diri mereka dengannya.
#integritas #Akuntabilitas #EtikaHukum
#Indonesia #MahfudMD #Kepemimpinan
#Hukumindonesia #AntiKorupsi
#EtikaDigital #Linkedinindonesia
# Transparansi #KebenaranItuPenting #infraloka
#Rahmatwibowo