Rahmat Wibowo menuduh T. Indra Kesuma mengeluarkannya dari grup WhatsApp KORIKA untuk melindungi dugaan penipuan, menyebut KORIKA korup secara politik dan komplisit, mengajukan klaim tersebut sebagai tuduhan langsung. Pengeluaran tersebut kemungkinan disebabkan oleh pelanggaran, seperti spamming dan mengirim tuduhan kepada anggota grup.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo menuduh T. Indra Kesuma mengeluarkannya dari grup WhatsApp KORIKA untuk melindungi dugaan penipuan, menyebut KORIKA korup secara politik dan komplisit, mengajukan klaim tersebut sebagai tuduhan langsung. Pengeluaran tersebut kemungkinan disebabkan oleh pelanggaran, seperti spamming dan mengirim tuduhan kepada anggota grup.

Transkrip

Saya dikeluarkan dari grup WhatsApp KORIKA. Karena mengungkap sebuah penipuan. Blacklist lengkap untuk pak Indra Kesuma karena menjadikan KORIKA sebagai alat Politik untuk melindungi penipuan Al dengan branding untuk membuat Al bangsa kita menjadi baik Orang yang mengeluarkan saya adalah T. Indra Kesuma, Co-Founder dan Operations Director dari WK! Wireline Logging and Perforation, alumnus INSEAD, berbasis di Jakarta. Dia memilih melindungi seseorang yang secara publik saya dokumentasikan atas pelanggarannya daripada membiarkan percakapan berlanjut Abil Sudarman Dan pesan terakhir yang dikirim di grup itu sebelum saya dikeluarkan? Sebuah tangkapan layar pernyataan resmi Anthropic tentang arahan kontrol ekspor pemerintah AS yang menangguhkan Fable 5 dan Mythos 5. Bahkan tidak ada hubungannya dengan perselisihan ini. Hanya gangguan untuk mengalihkan perhatian. Beginilah cara kerja kebisuan institusional. Bukan dengan bantahan. Bukan dengan fakta. Dengan tendangan dan bungkam. Jika Anda melindungi para penipu dalam komunitas profesional, Anda menjadi bagian dari masalah. KORIKA seharusnya menjadi komunitas Al terdepan Indonesia. Kredibilitasnya bergantung pada siapa yang dilindungi dan siapa yang dibungkam. Saya akan terus mendokumentasikan. Secara publik. Secara transparan. Karena kebisuan bukanlah netralitas. Itu adalah komplisitas. Mohon dengarkan ini Hammam Riza Dewan Perwakilan Rakyat, Republik Indonesia (DPR RI) Bambang Brojonegoro Beginilah cara bangsa kita dikorupsi oleh politik dari generasi tua yang melindungi penipuan menggunakan KORIKA sebagai alat politik dan pengaruh. Mari kita buat KORIKA yang lebih baik atau buat saja revolusi untuk membubarkannya dan menciptakan sesuatu yang baru. Bebas dari politik, bebas dari generasi tua yang tidak memiliki pola pikir berkembang. Bebas dari para diktator digital ini Saya bisa diam saja. Tapi, ini hanyalah saya. Saya ingin Indonesia yang baik. Saya tidak peduli jika dicancel. Saya hanya peduli pada indonesia lebih dari para pemimpin korup yang hanya memikirkan kekuasaan dan pengaruh. #KORIKA #Alindonesia #Accountability #Transparency #DigitalEthics #Infraloka #CorporateGovernance #LegalTech #SpeakUp #indonesia