Rahmat Wibowo menuduh T. Indra Kesuma mengeluarkannya dari grup WhatsApp KORIKA untuk melindungi dugaan penipuan, menyebut KORIKA korup secara politik dan komplisit, mengajukan klaim tersebut sebagai tuduhan langsung. Pengeluaran tersebut kemungkinan disebabkan oleh pelanggaran, seperti spamming dan mengirim tuduhan kepada anggota grup.
| ID | ev-20260613-006 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Target | Abil Sudarman (Abigail Aryaputra Sudarman) T. Indra Kesuma Hammam Riza |

Transkrip
Saya dikeluarkan dari grup WhatsApp
KORIKA.
Karena mengungkap sebuah penipuan. Blacklist lengkap
untuk pak Indra Kesuma karena menjadikan KORIKA sebagai
alat Politik untuk melindungi penipuan Al dengan branding
untuk membuat Al bangsa kita menjadi baik
Orang yang mengeluarkan saya adalah T. Indra
Kesuma, Co-Founder dan Operations
Director dari WK! Wireline Logging and
Perforation, alumnus INSEAD, berbasis di Jakarta.
Dia memilih melindungi seseorang yang secara publik saya
dokumentasikan atas pelanggarannya daripada membiarkan
percakapan berlanjut Abil Sudarman
Dan pesan terakhir yang dikirim di grup itu
sebelum saya dikeluarkan? Sebuah tangkapan layar
pernyataan resmi Anthropic tentang arahan kontrol
ekspor pemerintah AS yang menangguhkan Fable 5 dan Mythos 5. Bahkan tidak
ada hubungannya dengan perselisihan ini. Hanya
gangguan untuk mengalihkan perhatian.
Beginilah cara kerja kebisuan institusional.
Bukan dengan bantahan. Bukan dengan fakta. Dengan
tendangan dan bungkam.
Jika Anda melindungi para penipu dalam komunitas
profesional, Anda menjadi bagian dari masalah. KORIKA seharusnya
menjadi komunitas Al terdepan Indonesia. Kredibilitasnya
bergantung pada siapa yang dilindungi dan
siapa yang dibungkam.
Saya akan terus mendokumentasikan. Secara publik.
Secara transparan.
Karena kebisuan bukanlah netralitas. Itu adalah
komplisitas.
Mohon dengarkan ini Hammam Riza
Dewan Perwakilan Rakyat, Republik
Indonesia (DPR RI)
Bambang Brojonegoro
Beginilah cara bangsa kita dikorupsi oleh
politik dari generasi tua yang melindungi
penipuan menggunakan KORIKA sebagai alat
politik dan pengaruh.
Mari kita buat KORIKA yang lebih baik atau buat saja
revolusi untuk membubarkannya dan menciptakan sesuatu
yang baru.
Bebas dari politik, bebas dari generasi tua
yang tidak memiliki pola pikir berkembang. Bebas dari
para diktator digital ini
Saya bisa diam saja. Tapi, ini hanyalah saya. Saya ingin
Indonesia yang baik. Saya tidak peduli jika dicancel.
Saya hanya peduli pada indonesia lebih dari
para pemimpin korup yang hanya memikirkan
kekuasaan dan pengaruh.
#KORIKA #Alindonesia #Accountability
#Transparency #DigitalEthics #Infraloka
#CorporateGovernance #LegalTech
#SpeakUp #indonesia