Rahmat Wibowo menuduh Abil Sudarman munafik, mengklaim bahwa dia membangun mereknya dengan mengkritik habis pendidikan AI lalu meluncurkan dan melakukan rebranding sekolahnya sendiri ASSAI, memasarkannya sebagai lebih cepat dibanding sekolah, yang pada dasarnya merupakan tuduhan kemunafikan.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo menuduh Abil Sudarman munafik, mengklaim bahwa dia membangun mereknya dengan mengkritik habis pendidikan AI lalu meluncurkan dan melakukan rebranding sekolahnya sendiri ASSAI, memasarkannya sebagai lebih cepat dibanding sekolah, yang pada dasarnya merupakan tuduhan kemunafikan.

Transkrip

Menyoroti kemunafikan yang jelas di sini. Abil Sudarman membangun seluruh mereknya dengan mengkritik habis pendidikan Al di Indonesia. Terlalu teknis untuk orang biasa. Terlalu mahal untuk pemula. Terlalu teoretis tanpa praktik nyata sama sekali. Dia bahkan mengakui dia melakukan kesalahan yang sama dalam pelatihan-pelatihan perusahaan. Lalu dia meluncurkan ASSAI. sebagai Abil Sudarman School of Artificial intelligence, solusi besar untuk semua orang. Belakangan dia melakukan rebranding menjadi sekadar ASSAI, sepenuhnya membuang nama sekolah. Sekarang dia mempromosikan program singkat sambil mengatakan program itu lebih cepat dibanding sekolah, semuanya dalam bahasa Inggris. Jika sekolah tradisional adalah masalahnya, mengapa membuat sekolah sendiri hanya untuk membuang label sekolah dan memasarkannya sebagai lebih cepat dibanding sekolah-sekolah? Pesannya berubah dengan cepat ketika produknya adalah milik sendiri. Menurut Anda bagaimana, apakah ini rebranding cerdas atau kemunafikan yang sebenarnya? #Al #EdTech #Indonesia #ASSAI #Artificialintelligence #Education #Hypocrisy #Learning