Rahmat Wibowo menuduh Abil Sudarman munafik, mengklaim bahwa dia membangun mereknya dengan mengkritik habis pendidikan AI lalu meluncurkan dan melakukan rebranding sekolahnya sendiri ASSAI, memasarkannya sebagai lebih cepat dibanding sekolah, yang pada dasarnya merupakan tuduhan kemunafikan.
| ID | ev-20260613-011 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Target | Abil Sudarman (Abigail Aryaputra Sudarman) |

Transkrip
Menyoroti kemunafikan yang jelas di sini.
Abil Sudarman membangun seluruh mereknya dengan
mengkritik habis pendidikan Al di Indonesia. Terlalu
teknis untuk orang biasa. Terlalu mahal
untuk pemula. Terlalu teoretis tanpa praktik
nyata sama sekali. Dia bahkan mengakui dia melakukan
kesalahan yang sama dalam pelatihan-pelatihan perusahaan.
Lalu dia meluncurkan ASSAI. sebagai Abil
Sudarman School of Artificial intelligence,
solusi besar untuk semua orang.
Belakangan dia melakukan rebranding menjadi sekadar ASSAI,
sepenuhnya membuang nama sekolah.
Sekarang dia mempromosikan program singkat sambil mengatakan
program itu lebih cepat dibanding sekolah, semuanya dalam bahasa Inggris.
Jika sekolah tradisional adalah masalahnya, mengapa
membuat sekolah sendiri hanya untuk membuang
label sekolah dan memasarkannya sebagai lebih cepat dibanding
sekolah-sekolah?
Pesannya berubah dengan cepat ketika produknya
adalah milik sendiri.
Menurut Anda bagaimana, apakah ini rebranding cerdas
atau kemunafikan yang sebenarnya?
#Al #EdTech #Indonesia #ASSAI
#Artificialintelligence #Education
#Hypocrisy #Learning