Rahmat Wibowo memposting bahwa PT. Infrastruktur Digital Nusantara mengajukan surat kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai reformasi program MBG, menyebut proposal Ferry Irwandi sebagai tidak realistis dan keliru sambil mempromosikan analisis berbasis bukti dari InfraLoka, dengan mengarahkan kritik tajam kepada Ferry Irwandi.
| ID | ev-20260615-003 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Target | Ferry Irwandi |

Transkrip
Hari ini PT. Infrastruktur Digital Nusantara
mengajukan surat kepada Presiden Prabowo
Subianto terkait reformasi Program Makanan
Bergizi (MBG) Nasional 2026-2029.
Dokumen ini adalah respons langsung untuk
mengatasi narasi keliru yang sebelumnya
diajukan Ferry Irwandi Malaka Malaka
Project tentang program MBG. Di mana
perbedaannya?
FERRY'S PROPOSAL (Tidak Realistis):
Timeline ambisiosa 2 tahun dengan lonjakan
besar
Target: 49% pengurangan targeting, +87.5%
protein (klaim optimistis)
Evaluasi risiko minimal
Proyeksi biaya 2029: Rp220 Triliun
Pengurangan stunting 10-12 poin (tidak
feasible)
Analisis kami InfraLoka (Berbasis Bukti):
Timeline realistis 3 tahun bertahap dengan
decision gates
Target: 35-40% pengurangan targeted,
+37% protein gain (terukur)
Analisis risiko komprehensif dengan 5
skenario kontingensi
Proyeksi biaya 2029: Rp1.219 Triliun
(termasuk inflation 5-6%)
Pengurangan stunting 3-5 poin (achievable
dan sustainable)
yang membedakan :
v Evidence-based approach bukan
optimisme
v Transparansi penuh dengan citation
verification
v Rp277T alokasi tahun 1 dengan detailed
breakdown
v Melibatkan 70-75M anak dengan kualitas
nutrisi yang terukur
v Memperkuat UMKM lokal dengan local
procurement 50-55%
Ini bukan hanya tentang angka. Ini tentang
INTEGRITAS dalam perencanaan kebijakan,
KOMITMEN terhadap anak Indonesia, dan
KEJUJURAN tentang tantangan implementasi
yang nyata.
PT. Infrastruktur Digital Nusantara
berkomitmen menjadi trusted partner
Pemerintah dalam transformasi program gizi
anak indonesia secara sustainable.
#MakananBergizi #indonesiaHealth
#EvidenceBasedPolicy #ChildNutrition
#ProgramReformasi #PresidentPrabowo
#infrastrukturDigitalNusantara
#PublicPolicy #SustainableGrowth
#implementationRealism