Rahmat Wibowo mengklaim alat AI-nya menilai analisis ekonomi Ferry Irwandi mendapat skor 4,4/10 karena secara fundamental cacat, menegaskan bahwa dirinya lebih unggul dalam menganalisis dibanding seorang ekonom bergelar pascasarjana, dengan nada memuji diri sendiri dan meremehkan.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo mengklaim alat AI-nya menilai analisis ekonomi Ferry Irwandi mendapat skor 4,4/10 karena secara fundamental cacat, menegaskan bahwa dirinya lebih unggul dalam menganalisis dibanding seorang ekonom bergelar pascasarjana, dengan nada memuji diri sendiri dan meremehkan.

Transkrip

‘Pasar gagasan tidak berbohong. Beberapa minggu lalu, Ferry Irwandi (S.E., M.M., M.B.A.) menerbitkan sebuah analisis ekonomi tentang pelemahan Rupiah dan mengklaim diri sebagai otoritas dalam makroekonomi Indonesia. Aegis saya dari InfraLoka meninjaunya. Secara metodis. Baris demi baris. ‘Kartu nilai: + Manajemen Risiko: 2/10 + Kalibrasi Parameter: 3/10 + Keberlanjutan Fiskal: 3/10 + Skor Keseluruhan: 4,4/10 Verdiknya: elegan secara teori, namun secara fundamental cacat dalam eksekusinya. Saya Rahmat Wibowo, S.T. Sistem dan Teknologi Informasi, ITB, IPK 3,91. Latar belakang saya di bidang teknik, infrastruktur, dan pemikiran sistemik. Bukan ekonomi secara gelar. Tapi saya membaca. Saya menganalisis. Saya membangun kerangka kerja yang ketat. Dan saya baru saja melampaui seorang komentator ekonomi bergelar pascasarjana ganda dalam hal analisis. Ini bukan soal penjagaan kredensial. Ini soal kejujuran intelektual. Gelar magister Manajemen tidak secara otomatis menjadikan Anda seorang ekonom. Presentasi yang canggih tidak menggantikan metodologi yang solid. ‘Hasil Ujian Chunin sudah keluar. Data yang memutuskan. Jika Anda ingin memperdebatkan kebijakan makroekonomi di Indonesia, bawalah kerangka kerja Anda, bukan hanya gelar Anda. Rahmatan lil Alamin: menyampaikan kebenaran sebagai pengabdian bagi semua. #indonesia #Macroeconomicsindonesia #intellectualHonesty #CriticalThinking #ITB #infraloka #EconomicAnalysis #RahmatWibowo #RupiahAnalysis #ThoughtLeadership