Rahmat Wibowo menuduh pemimpin KORIKA, Suryadiputra Liawatimena, mengirimkan hinaan bernada ableis setelah mengeluarkannya dari sebuah grup, dengan menandai para pejabat dan institusi dalam sebuah tuduhan yang bersifat publik.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo menuduh pemimpin KORIKA, Suryadiputra Liawatimena, mengirimkan hinaan bernada ableis setelah mengeluarkannya dari sebuah grup, dengan menandai para pejabat dan institusi dalam sebuah tuduhan yang bersifat publik.

Transkrip

Saya dikeluarkan dari sebuah grup KORIKA. Lalu datang pesan ini. Suryadiputra Liawatimena mengirimkan ini kepada saya setelah mengeluarkan saya: “mustinya kamu berkumpul dengan adhd bipolar autisme bersama-sama. itu baru cocok." Terjemahan: "Kamu seharusnya bergaul dengan orang-orang ADHD, bipolar, dan autisme bersama-sama. Itu baru cocok." Ia juga berpendapat bahwa penyandang disabilitas seharusnya menyesuaikan diri dengan organisasi, bukan sebaliknya. Bahwa jika sebuah aturan mengatakan berjalan, seseorang yang menggunakan kursi roda seharusnya tinggal mencari caranya sendiri. Saya sudah dikeluarkan dari grup saat pesan ini tiba. Ini bukan perdebatan panas dalam grup. Ini adalah pesan yang disengaja dan diperhitungkan, dikirim kepada seseorang yang sudah dibungkamnya. Itulah yang membuatnya lebih buruk. Ia tidak mengatakan ini untuk menantang saya. Ia mengatakannya karena mengira ia sudah menang. Saya ingin menyebut apa ini sebenarnya: ableisme. Bertarget. Disengaja. Dari seseorang dalam posisi kepemimpinan di salah satu institusi AI dan inovasi paling terkemuka di Indonesia. KORIKA seharusnya merepresentasikan pemikiran terbaik Indonesia tentang teknologi dan masa depan. Menggunakan neurodivergensi sebagai hinaan perpisahan kepada seseorang yang baru saja Anda keluarkan menunjukkan dengan tepat masa depan seperti apa yang sedang dibangun oleh sebagian pemimpinnya. Jika seperti itulah gambaran ADHD, mungkin diagnosisnya bukan masalahnya. Mungkin masalahnya adalah para pemimpin yang keliru mengira kebisuan sebagai kemenangan. Saya punya tangkapan layarnya. Saya punya cap waktunya. Dan saya punya sebuah platform. Mohon perhatiannya pak Hammam Riza The House of Representatives, Republic of Indonesia (DPR RI) GDP Labs On Lee GDP Venture Martin Hartono Danantara Indonesia Pandu Sjahrir Inilah sebabnya bangsa kita tertinggal #Accountability #Ableism #Disability #ADHD #Neurodiversity #KORIKA #indonesia #inclusiveLeadership #infraloka #RahmataLilAlamin #DigitalEthics #SpeakUp #Allndonesia