Rahmat Wibowo menuduh individu-individu yang disebutkan melakukan pelecehan dan pencemaran nama baik secara terkoordinasi terhadap dirinya dan pekerjaan hukumnya, menyebut para partisipan munafik yang membawa simbol-simbol Islam, dan menegaskan bahwa somasinya memiliki dasar hukum yang kuat sambil mengancam dengan pemberitahuan hukum yang terdokumentasi.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo menuduh individu-individu yang disebutkan melakukan pelecehan dan pencemaran nama baik secara terkoordinasi terhadap dirinya dan pekerjaan hukumnya, menyebut para partisipan munafik yang membawa simbol-simbol Islam, dan menegaskan bahwa somasinya memiliki dasar hukum yang kuat sambil mengancam dengan pemberitahuan hukum yang terdokumentasi.

Transkrip

Ketika mereka yang mengibarkan bendera keadilan justru menjadi alat ketidakadilan itu sendiri. Saya memiliki bukti terdokumentasi tentang pelecehan terkoordinasi yang menargetkan saya dan pekerjaan hukum saya di Infraloka, termasuk partisipasi dari individu-individu dalam komunitas teknologi Indonesia di Jepang dan Indonesia. Salah satu partisipan yang teridentifikasi adalah Adith Widya Pradipta (@adith_wp di X), seorang Software Engineer di eLife Inc. yang berbasis di Tokyo, Jepang. Orang ini, yang secara terbuka mengaku sebagai orang Jawa Indonesia dan membawa simbol-simbol umat kita termasuk bendera Palestina dan bulan sabit Islam di bio-nya, secara terbuka mengejek somasi hukum yang sah sebagai "tidak berdasar" dan menyebut saya "orang jahat" dalam sebuah kampanye terkoordinasi di bawah #KawalRahmatWibowo. Partisipan lain, seorang Senior Software Engineer dan duta komunitas teknologi yang berbasis di Jakarta Selatan, memilih untuk memperkuat konten pencemaran nama baik yang menargetkan saya sebelum menghapus bukti tersebut. Penghapusan bukan berarti pembebasan dari kesalahan. Itu adalah pengakuan. Ini adalah Naufaldi Rafif Satrya dari Cursor Cursor Community Michael T. Ben Lang Lee Robinson Sachin Agrawal Biar saya jelaskan secara langsung. Membawa simbol-simbol Islam sambil ikut serta dalam pelecehan terhadap sesama profesional Muslim bukanlah solidaritas. Itu adalah kemunafikan. Rasulullah SAW mengajarkan kita bahwa seorang Muslim adalah orang yang lisan dan tangannya membuat Muslim lain merasa aman. Rahmatan lil Alamin tidaklah selektif. Somasi saya memiliki dasar hukum yang kuat, diajukan sesuai dengan hukum Indonesia yang berlaku, didukung oleh bukti yang terdokumentasi. Jika Anda memiliki keberatan hukum, tempuhlah melalui jalur yang semestinya. Tindakan Anda telah terdokumentasi. Ini adalah pemberitahuan Anda. Barakallahu fiikum. Dan bebaskan Palestina, dengan integritas. #KawalRahmatWibowo #infraloka #IndonesianLaw #IslamicValues #FreePalestine #Somasi #LegalTech #HarassmentDocumentation #RahmatanLilAlamin #DigitalAccountability #UUlte #IndonesianProfessionals