Rahmat Wibowo memposting perbandingan sarkastis dan membanggakan diri sendiri yang menyamakan dirinya dengan Ferry Irwandi, mengklaim bahwa ia mengubah konsep esoterik Jawa menjadi kerangka mekanika kuantum dan menjuluki dirinya 'The God of Santet Computing'.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo memposting perbandingan sarkastis dan membanggakan diri sendiri yang menyamakan dirinya dengan Ferry Irwandi, mengklaim bahwa ia mengubah konsep esoterik Jawa menjadi kerangka mekanika kuantum dan menjuluki dirinya 'The God of Santet Computing'.

Transkrip

Rahmat Wibowo vs Ferry Irwandi: Pertarungan Ide yang Tidak Diminta Siapa Pun (Tapi Dibutuhkan Semua Orang) & + Ferry Irwandi memiliki 1,22 juta pelanggan YouTube dan menantang seorang dukun dengan taruhan sebuah Alphard. Saya menerbitkan "Bagaimana Jika Teori Kuantum Itu Indonesia?" yang membingkai ulang superposisi sebagai Santet Dualisme, keruntuhan fungsi gelombang sebagai Jatuh Tulah, dan perangkat keras komputasi kuantum sebagai SPU: Santet Processing Unit. Kami tidak merencanakan crossover ini. Tapi inilah kami. Dua orang Indonesia. Dua panggung berbeda. Satu naluri yang sama: Tantang yang mistis dengan logika. Atau lebih baik lagi, jadikan yang mistis itu logika. Ferry menantang dukun di depan kamera, Saya mengubah epistemologi esoterik Jawa kuno menjadi kerangka kerja untuk mekanika kuantum. Indonesia selalu berada di depan zamannya. Kita hanya menyebutnya kebatinan. Flex sesungguhnya bukanlah Alphard. Tapi menjadikan budayamu sebagai fondasi intelektual sains garda depan. Rahmatan lil Alamin — semoga ide-ide kita bermanfaat, bagi seluruh alam semesta. #infraloka #QuantumComputing #SantetComputing #indonesia #Ferryirwandi #ThoughtLeadership #JawaTech #RahmatWibowo