Rahmat Wibowo menuduh Luca Cada Lora menunjukkan 'Post-Power Syndrome' yang toksik, arogansi, dan rasa berhak lebih dengan mengumbar nama koneksi ke kerabat mantan pejabat publik, dan mengumumkan penghentian keterlibatan dengan orang-orang semacam itu.
| ID | ev-20260616-009 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Target | Luca Cada Lora |

Transkrip
, Post-Power Syndrome Itu Nyata dan
Toksik dalam Lingkaran Profesional: Luca Cada Lora
Saya membagikan ini sebagai catatan
peringatan bagi siapa pun yang sedang
membangun bisnis dan jaringan
profesional yang sesungguhnya di indonesia.
Masih ada orang yang berperilaku seolah-olah
struktur kekuasaan politik lama tidak pernah
berubah. Mereka bertindak dengan arogansi
dan rasa berhak lebih, meyakini mereka bisa
melakukan apa pun sesuka hati hanya karena
bisa mengumbar nama atau mengandalkan
koneksi ke kerabat mantan
pejabat publik.
Biar saya perjelas.
Asosiasi masa lalu tidak memberikan
otoritas di masa kini.
Perilaku semacam ini mencerminkan apa yang
saya sebut Post-Power Syndrome: ketidakmampuan
untuk menerima bahwa pengaruh berubah
seiring waktu. Alih-alih beradaptasi, sebagian
orang terus beroperasi dengan pola pikir
usang yang menganggap mereka kebal
karena siapa yang pernah mereka kenal.
Pendekatan itu bukan hanya tidak profesional. Itu
merusak kepercayaan, melemahkan kolaborasi,
dan melemahkan kredibilitas jaringan yang
mereka klaim mereka hargai.
Dalam bisnis, pengaruh yang sesungguhnya berasal
dari kompetensi, integritas, akuntabilitas, dan
rasa saling menghormati. Itu tidak berasal
dari koneksi politik daur ulang atau upaya
untuk memanfaatkan reputasi orang lain.
Akibatnya, saya memutuskan untuk menghentikan
keterlibatan dengan individu yang beroperasi
dengan cara ini. Hidup terlalu singkat, dan bisnis terlalu
penting, untuk menghabiskan waktu berurusan dengan orang
yang masih terjebak dalam dinamika kekuasaan
masa lalu.
Apakah Anda pernah menemukan perilaku serupa
dalam perjalanan profesional Anda? Bagaimana Anda
menghadapi individu yang meyakini bahwa mengumbar
nama koneksi lama memberi mereka jalan bebas?
Mari kita terus meningkatkan standar
profesionalisme, akuntabilitas, dan rasa hormat
dalam ekosistem bisnis Indonesia.
#PostPowerSyndrome #Professionalism
#BusinessEthics #Networking #Leadership
#IndonesiaBusiness #CorporateCulture
#Accountability