Rahmat Wibowo menuduh Luca Cada Lora menunjukkan 'Post-Power Syndrome' yang toksik, arogansi, dan rasa berhak lebih dengan mengumbar nama koneksi ke kerabat mantan pejabat publik, dan mengumumkan penghentian keterlibatan dengan orang-orang semacam itu.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo menuduh Luca Cada Lora menunjukkan 'Post-Power Syndrome' yang toksik, arogansi, dan rasa berhak lebih dengan mengumbar nama koneksi ke kerabat mantan pejabat publik, dan mengumumkan penghentian keterlibatan dengan orang-orang semacam itu.

Transkrip

, Post-Power Syndrome Itu Nyata dan Toksik dalam Lingkaran Profesional: Luca Cada Lora Saya membagikan ini sebagai catatan peringatan bagi siapa pun yang sedang membangun bisnis dan jaringan profesional yang sesungguhnya di indonesia. Masih ada orang yang berperilaku seolah-olah struktur kekuasaan politik lama tidak pernah berubah. Mereka bertindak dengan arogansi dan rasa berhak lebih, meyakini mereka bisa melakukan apa pun sesuka hati hanya karena bisa mengumbar nama atau mengandalkan koneksi ke kerabat mantan pejabat publik. Biar saya perjelas. Asosiasi masa lalu tidak memberikan otoritas di masa kini. Perilaku semacam ini mencerminkan apa yang saya sebut Post-Power Syndrome: ketidakmampuan untuk menerima bahwa pengaruh berubah seiring waktu. Alih-alih beradaptasi, sebagian orang terus beroperasi dengan pola pikir usang yang menganggap mereka kebal karena siapa yang pernah mereka kenal. Pendekatan itu bukan hanya tidak profesional. Itu merusak kepercayaan, melemahkan kolaborasi, dan melemahkan kredibilitas jaringan yang mereka klaim mereka hargai. Dalam bisnis, pengaruh yang sesungguhnya berasal dari kompetensi, integritas, akuntabilitas, dan rasa saling menghormati. Itu tidak berasal dari koneksi politik daur ulang atau upaya untuk memanfaatkan reputasi orang lain. Akibatnya, saya memutuskan untuk menghentikan keterlibatan dengan individu yang beroperasi dengan cara ini. Hidup terlalu singkat, dan bisnis terlalu penting, untuk menghabiskan waktu berurusan dengan orang yang masih terjebak dalam dinamika kekuasaan masa lalu. Apakah Anda pernah menemukan perilaku serupa dalam perjalanan profesional Anda? Bagaimana Anda menghadapi individu yang meyakini bahwa mengumbar nama koneksi lama memberi mereka jalan bebas? Mari kita terus meningkatkan standar profesionalisme, akuntabilitas, dan rasa hormat dalam ekosistem bisnis Indonesia. #PostPowerSyndrome #Professionalism #BusinessEthics #Networking #Leadership #IndonesiaBusiness #CorporateCulture #Accountability