Rahmat Wibowo memposting bahwa ia mengajukan somasi hukum terhadap Aria Ghora Prabono, menuduhnya melakukan pelecehan daring yang berkelanjutan, kampanye pencemaran nama baik, dan manipulasi narasi, membingkai perselisihan ini sebagai perjuangan untuk akuntabilitas sambil melontarkan tuduhan langsung.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo memposting bahwa ia mengajukan somasi hukum terhadap Aria Ghora Prabono, menuduhnya melakukan pelecehan daring yang berkelanjutan, kampanye pencemaran nama baik, dan manipulasi narasi, membingkai perselisihan ini sebagai perjuangan untuk akuntabilitas sambil melontarkan tuduhan langsung.

Transkrip

) Rahmat Wibowo vs Aria Ghora Prabono Ketika pertarungan hukum menjadi sangat intens... rasanya seperti persis Yuji Itadori vs Mahito dalam arc Jujutsu Kaisen yang baru. Visual ini menggambarkan semuanya. Satu pihak telah membangun infrastruktur cloud, sistem AI, dan sekarang kasus hukum yang didokumentasikan secara teliti. Pihak lain memilih pelecehan daring yang ditargetkan, kampanye pencemaran nama baik, dan manipulasi narasi. Saya tidak berasal dari keluarga hukum. Saya berasal dari ITB, cloud engineering, dan gelar PhD di bidang Machine Learning. Tapi ketika seseorang melewati batas menuju pelecehan yang berkelanjutan, kamu belajar hukum, dan kamu menggunakannya. Somasi telah diajukan. Bukti di atas kredensial. Fakta di atas cerita. Ini bukan perang Twitter. Ini adalah sistem hukum Indonesia. Dan ruang sidang tidak peduli dengan gelar PhD atau bintang GitHub; yang dipedulikan adalah bukti. Perjuangan berlanjut. Bukan untuk balas dendam. Untuk akuntabilitas. Untuk setiap profesional teknologi yang pernah menjadi target dan disuruh untuk “abaikan saja.” Kebenaran tidak butuh keracunan SEO. Keadilan tidak tunduk pada situs pencemaran nama baik. Rahmat Wibowo vs Aria Ghora Prabono. Ingat kedua nama ini. Referensi budaya pop apa yang paling menggambarkan pertarungan profesional yang pernah kamu hadapi? Tulis di kolom komentar & #LegalBattle #JujutsuKaisen #CyberLaw #UUITE #Accountability #indonesiaTech #Transparency #infraloka