Rahmat Wibowo menceritakan bagaimana dirinya dulu diejek sebagai anak yang pendiam dan religius, sambil menandai banyak orang dan organisasi, memposisikan dirinya sebagai seseorang yang kini menguasai hukum dan AI untuk memprediksi putusan, dengan nada menantang dan menyindir terhadap mereka yang diduga pernah merundungnya di masa lalu.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo menceritakan bagaimana dirinya dulu diejek sebagai anak yang pendiam dan religius, sambil menandai banyak orang dan organisasi, memposisikan dirinya sebagai seseorang yang kini menguasai hukum dan AI untuk memprediksi putusan, dengan nada menantang dan menyindir terhadap mereka yang diduga pernah merundungnya di masa lalu.