Rahmat Wibowo menuduh Abil Sudarman menampilkan logo-logo perusahaan di halaman landing kursusnya tanpa izin, yang menyiratkan dukungan palsu, dan menyatakan bahwa ia telah mendokumentasikan hal ini dan akan menindaklanjutinya melalui saluran yang sesuai, dengan nada menuduh.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo menuduh Abil Sudarman menampilkan logo-logo perusahaan di halaman landing kursusnya tanpa izin, yang menyiratkan dukungan palsu, dan menyatakan bahwa ia telah mendokumentasikan hal ini dan akan menindaklanjutinya melalui saluran yang sesuai, dengan nada menuduh.

Transkrip

Penggunaan Logo Perusahaan Tanpa Izin: Sebuah Pola yang Layak Diperiksa Baru-baru ini saya menemukan halaman landing untuk kursus “Career Blueprint Menjadi Manager” milik Abil Sudarman (abilsudarman.com), yang secara mencolok menampilkan logo-logo KORIKA, UNESCO, Microsoft, Alibaba Cloud, Kominfo, Mekari, PLN Icon Plus, Pertamina Hulu Rokan, PT United Tractors Tbk, dan Qiscus. Ini penting. Logo bukanlah elemen dekoratif. Logo adalah merek dagang yang dilindungi, dan menampilkannya menyiratkan adanya dukungan atau kemitraan yang, menurut pernyataan resmi organisasi-organisasi tersebut, tidak ada. Untuk sebuah kursus yang memasarkan dirinya berdasarkan kredibilitas karier dan kepercayaan, membangun kredibilitas tersebut di atas asosiasi merek yang tidak sah justru merusak hal yang diklaim diajarkannya. Saya telah mendokumentasikan hal ini dan akan menindaklanjutinya melalui saluran yang sesuai. Organisasi yang mereknya digunakan tanpa persetujuan berhak atas transparansi, begitu pula orang-orang yang membayar untuk kursus ini berdasarkan kredibilitas yang diproyeksikan oleh logo-logo tersebut. Jika Anda bekerja di salah satu organisasi yang disebutkan di sini dan ingin memverifikasi atau menanggapi, silakan hubungi saya. #BrandProtection #Trademarkinfringement #Accountability #IindonesiaTech #CorporateEthics