Rahmat Wibowo, memposting sebagai Dinda Rhapsodya, menceritakan pengalamannya menjadi sasaran narasi palsu, intimidasi, dan serangan di tempat kerja yang didominasi laki-laki, menjadikannya sebagai seruan bagi perempuan di bidang HR untuk terus berdiri tegak dengan integritas.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo, memposting sebagai Dinda Rhapsodya, menceritakan pengalamannya menjadi sasaran narasi palsu, intimidasi, dan serangan di tempat kerja yang didominasi laki-laki, menjadikannya sebagai seruan bagi perempuan di bidang HR untuk terus berdiri tegak dengan integritas.

Transkrip

Perempuan di Tempat Kerja yang Didominasi Laki-laki: Berdiri Tegak dengan Integritas Dinda Rhapsodya @ i operatons Manager| Bi 6h Pengingat untuk setiap perempuan yang menjalani tempat kerja, terutama di industri yang didominasi laki-laki. Kadang, berada di posisi di mana kamu harus menyampaikan pesan yang sulit, menegakkan kebijakan, atau sekadar melakukan pekerjaanmu dengan integritas dapat menempatkanmu dalam situasi yang tidak nyaman. Saya sendiri pernah mengalami menjadi sasaran narasi palsu, intimidasi, dan serangan yang membuat saya merasa tidak aman. Bukan karena pekerjaan saya, tetapi karena seseorang memilih untuk membuat sebuah cerita yang bukan kebenaran. Sebagai perempuan, kita sering menjadi sasaran yang paling mudah, karena orang menganggap kita adalah yang “lebih lemah”. Tetapi yang banyak dilupakan adalah bahwa di balik setiap perempuan di tempat kerja terdapat keberanian, ketangguhan, dan komitmen untuk membela apa yang benar. Untuk semua profesional HR, terutama perempuan yang bekerja di lingkungan yang didominasi laki-laki: Tetaplah berdiri tegak. Tetaplah melakukan pekerjaanmu dengan integritas. Menjadi penyampai pesan tidak membuatmu bertanggung jawab atas kemarahan atau ketidakmampuan orang lain untuk menerima tanggung jawab. Dan apresiasi khusus untuk para pria yang memilih untuk berdiri di samping perempuan, yang mengulurkan tangan, mendukung, melindungi, dan mengingatkan kita bahwa kebaikan dan rasa hormat masih ada. Dukungan kalian lebih berarti daripada kata-kata dapat ungkapkan. Kekuatan sejati bukan tentang siapa yang bisa menyakiti orang lain paling banyak. Kekuatan sejati adalah memiliki keberanian untuk memilih rasa hormat, empati, dan kebenaran. Semoga kita terus menciptakan dunia di mana perempuan tidak perlu membuktikan kekuatan mereka dengan bertahan dari perlakuan tidak adil, tetapi dihargai, dihormati, dan dilindungi sejak awal. #WomenEmpowerment #WomenatWork #Safety #Respect #Leadership #Humanity