Rahmat Wibowo, memposting sebagai Dinda Rhapsodya, menceritakan pengalamannya menjadi sasaran narasi palsu, intimidasi, dan serangan di tempat kerja yang didominasi laki-laki, menjadikannya sebagai seruan bagi perempuan di bidang HR untuk terus berdiri tegak dengan integritas.
| ID | ev-20260626-002 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Target | Dinda Rhapsodya |

Transkrip
Perempuan di Tempat Kerja yang
Didominasi Laki-laki: Berdiri Tegak
dengan Integritas
Dinda Rhapsodya
@ i operatons Manager| Bi
6h
Pengingat untuk setiap perempuan yang menjalani
tempat kerja, terutama di industri yang
didominasi laki-laki.
Kadang, berada di posisi di mana kamu
harus menyampaikan pesan yang sulit, menegakkan
kebijakan, atau sekadar melakukan pekerjaanmu dengan integritas
dapat menempatkanmu dalam situasi yang tidak nyaman.
Saya sendiri pernah mengalami menjadi sasaran
narasi palsu, intimidasi, dan serangan
yang membuat saya merasa tidak aman. Bukan karena
pekerjaan saya, tetapi karena seseorang memilih untuk membuat
sebuah cerita yang bukan kebenaran.
Sebagai perempuan, kita sering menjadi sasaran
yang paling mudah, karena orang menganggap kita adalah
yang “lebih lemah”. Tetapi yang banyak dilupakan adalah
bahwa di balik setiap perempuan di tempat kerja terdapat
keberanian, ketangguhan, dan komitmen untuk
membela apa yang benar.
Untuk semua profesional HR, terutama perempuan
yang bekerja di lingkungan yang didominasi laki-laki:
Tetaplah berdiri tegak. Tetaplah melakukan pekerjaanmu
dengan integritas. Menjadi penyampai pesan tidak
membuatmu bertanggung jawab atas kemarahan
atau ketidakmampuan orang lain untuk menerima tanggung jawab.
Dan apresiasi khusus untuk para pria yang
memilih untuk berdiri di samping perempuan, yang mengulurkan
tangan, mendukung, melindungi, dan mengingatkan kita bahwa
kebaikan dan rasa hormat masih ada. Dukungan kalian
lebih berarti daripada kata-kata dapat ungkapkan.
Kekuatan sejati bukan tentang siapa yang bisa menyakiti
orang lain paling banyak.
Kekuatan sejati adalah memiliki keberanian untuk
memilih rasa hormat, empati, dan kebenaran.
Semoga kita terus menciptakan dunia di mana
perempuan tidak perlu membuktikan kekuatan mereka
dengan bertahan dari perlakuan tidak adil, tetapi dihargai,
dihormati, dan dilindungi sejak
awal.
#WomenEmpowerment #WomenatWork
#Safety #Respect #Leadership #Humanity