Rahmat Wibowo menuduh Dinda Rhapsodya dari Liven dan Dian Hamama dari AWS telah memberhentikannya secara tidak sah sebanyak dua kali karena 'mental kepiting,' mengklaim bahwa mereka menargetkannya sebagai profesional Indonesia yang sedang naik daun dan menjadikan proses HR sebagai senjata untuk melawannya.
| ID | ev-20260626-008 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Target | Dinda Rhapsodya Dian Hamama |

Transkrip
@ Rahmat Wibowo mm
aw
Saya diberhentikan secara tidak sah. Dua kali. Oleh Dinda
Rhapsodya dari Liven dan Dian Hamama
dari Amazon Web Services (AWS)
Bukan karena kinerja buruk. Bukan karena pelanggaran
kebijakan. Tapi karena saya terlihat menonjol.
Karena saya berkembang. Karena seseorang
memutuskan bahwa seorang profesional Indonesia yang
sedang naik daun adalah ancaman, bukan aset.
Itulah mental kepiting yang bekerja.
"Mental kepiting" bukan hanya sekadar frasa di
Indonesia. Ini adalah fenomena organisasi
yang terdokumentasi.
Sebuah studi tahun 2025 dari Kota Bandung mengidentifikasi
tiga akar struktural: rasa tidak aman individu, dinamika
sosial yang toksik, dan kegagalan
kepemimpinan organisasi.
Studi terpisah di Papua menemukan bahwa target
mengalami isolasi, ketidakpercayaan, dan keterasingan.
Ini bukan hasil yang abstrak. Ini adalah
karier nyata yang hancur.
Beginilah cara kerjanya di dalam perusahaan:
Narasi kinerja diputarbalikkan ("kamu
hanya beruntung")
Informasi ditahan untuk memperlambat kemajuanmu
Proses HR dan penilaian kinerja formal dijadikan
senjata untuk melawanmu
Konsensus yang direkayasa menggantikan penilaian
objektif
Fungsi HRBP dikuasai oleh manajer yang sama
yang diadukan
Dimensi manajer asing membuatnya
lebih buruk.
Tidak ada komunitas bersama.
Tidak ada akuntabilitas sosial.
Biaya dari perilaku yang salah pada dasarnya
nol.
Tapi inilah yang kebanyakan orang tidak tahu:
Hukum ketenagakerjaan Indonesia secara eksplisit melarang
pemutusan hubungan kerja berdasarkan diskriminasi.
Anda memiliki hak untuk menggugat.
Anda memiliki hak atas Pengadilan Hubungan Industrial.
Dokumentasi adalah senjata pelindungmu.
Ember kepiting itu nyata.
Tidak memiliki batas.
Ia beroperasi di perusahaan multinasional
paling canggih di dunia.
Tapi itu tidak permanen.
#Mentalkepiting #CrabMentality
#Indonesia #WorkplaceCulture
#HRIndonesia #LaborLaw
#ProfessionalGrowth #infraloka
#Leadership #OrganizationalPsychology
#Ketenagakerjaanindonesi
#Techindonesia #CareerDevelopment
#WorkplaceJustice #RahmatWibowo