Rahmat Wibowo menuduh seorang pemimpin HR yang tidak disebutkan namanya melakukan kemunafikan, dengan menyatakan bahwa mereka menyerukan komunikasi secara publik namun memblokir, mengabaikan, dan bersikap dingin kepadanya setelah pemutusan kerjanya, membingkai sikap diam sebagai pengkhianatan terhadap akuntabilitas dan profesionalisme.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo menuduh seorang pemimpin HR yang tidak disebutkan namanya melakukan kemunafikan, dengan menyatakan bahwa mereka menyerukan komunikasi secara publik namun memblokir, mengabaikan, dan bersikap dingin kepadanya setelah pemutusan kerjanya, membingkai sikap diam sebagai pengkhianatan terhadap akuntabilitas dan profesionalisme.

Transkrip

5d Saya juga sudah memikirkan hal ini untuk sementara waktu Salsabila Meidiana Putri. Orang-orang suka membicarakan komunikasi ketika hal itu membuat mereka terlihat bijaksana. @ Mereka berkata: "Bicarakan saja." "Lakukan 1on1." @ "Kebanyakan masalah terjadi karena seseorang tidak berkomunikasi." "Diam menciptakan kesalahpahaman." Qy Kata-kata yang indah. "@ Tapi inilah kemunafikan yang saya alami. Ketika saya bertanya tentang pemutusan kerja saya, saya diblokir. Ketika saya meminta penjelasan, saya diabaikan. & Ketika saya mencoba berkomunikasi, pintu ditutup. & Ketika saya menginginkan klarifikasi, sikap diam diperlakukan sebagai profesionalisme. Ketika saya menginginkan akuntabilitas, sikap diam dibingkai sebagai itikad baik. Jadi izinkan saya bertanya dengan jujur: Bagaimana bisa seseorang secara publik menyerukan komunikasi, tetapi secara pribadi mempraktikkan penghindaran? g Bagaimana bisa seseorang menyuruh karyawan untuk berbicara dengan manajer mereka, sementara menolak untuk memiliki percakapan yang layak dengan seseorang yang mata pencahariannya terdampak? si Bagaimana bisa sikap diam disebut itikad baik ketika itu digunakan untuk menghindari penjelasan, akuntabilitas, dan rasa hormat dasar? Pemutusan kerja bukan hanya tindakan administratif.» Itu memengaruhi pendapatan, reputasi, kesehatan mental, catatan karier, dan martabat seseorang. 6 Jika komunikasi adalah obatnya, maka itu harus berlaku tidak hanya saat nyaman. 2 Itu harus berlaku ketika percakapannya sulit. Itu harus berlaku ketika kekuasaan terlibat. i Itu harus berlaku ketika HR juga sedang dipertanyakan. 22 Karena komunikasi bukanlah pernyataan branding. Itu adalah tanggung jawab. Anda tidak bisa menyuruh orang untuk membuat janji 1on1, lalu memblokir seseorang yang meminta jawaban. aS) Anda tidak bisa menyerukan empati, lalu bersembunyi di balik sikap diam. MJD Anda tidak bisa menyebut sikap diam sebagai itikad baik ketika pihak lain meminta kejelasan dasar. Itu bukan kepemimpinan. b> Itu bukan profesionalisme. b> Itu bukan itikad baik. Itu adalah kemunafikan. @* Itikad baik yang sesungguhnya berarti hadir. (") Komunikasi yang sesungguhnya berarti menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit. @ Akuntabilitas yang sesungguhnya berarti tidak menghilang ketika seseorang bertanya mengapa mereka diberhentikan. ~ Berbicara itu mudah. Konsistensi adalah ujian yang sesungguhnya. _ ##Leadership #HR #WorkplaceEthics #Accountability #GoodFaith '#Professionalism #EmployeeRights #WorkplaceCulture #Communication #integrity #LinkedinCommunity #HumanResources #Termination #Justice