Rahmat Wibowo menuduh seorang pemimpin HR yang tidak disebutkan namanya melakukan kemunafikan, dengan menyatakan bahwa mereka menyerukan komunikasi secara publik namun memblokir, mengabaikan, dan bersikap dingin kepadanya setelah pemutusan kerjanya, membingkai sikap diam sebagai pengkhianatan terhadap akuntabilitas dan profesionalisme.
| ID | ev-20260626-009 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |

Transkrip
5d
Saya juga sudah memikirkan hal ini untuk
sementara waktu Salsabila Meidiana Putri.
Orang-orang suka membicarakan
komunikasi ketika hal itu membuat mereka
terlihat bijaksana. @
Mereka berkata:
"Bicarakan saja."
"Lakukan 1on1." @
"Kebanyakan masalah terjadi karena
seseorang tidak berkomunikasi."
"Diam menciptakan kesalahpahaman." Qy
Kata-kata yang indah. "@
Tapi inilah kemunafikan yang saya alami.
Ketika saya bertanya tentang pemutusan
kerja saya, saya diblokir.
Ketika saya meminta penjelasan, saya
diabaikan. &
Ketika saya mencoba berkomunikasi, pintu
ditutup. &
Ketika saya menginginkan klarifikasi, sikap
diam diperlakukan sebagai profesionalisme.
Ketika saya menginginkan akuntabilitas,
sikap diam dibingkai sebagai itikad baik.
Jadi izinkan saya bertanya dengan jujur:
Bagaimana bisa seseorang secara publik
menyerukan komunikasi, tetapi secara
pribadi mempraktikkan penghindaran? g
Bagaimana bisa seseorang menyuruh
karyawan untuk berbicara dengan manajer
mereka, sementara menolak untuk memiliki
percakapan yang layak dengan seseorang
yang mata pencahariannya terdampak? si
Bagaimana bisa sikap diam disebut itikad
baik ketika itu digunakan untuk menghindari
penjelasan, akuntabilitas, dan rasa hormat
dasar?
Pemutusan kerja bukan hanya tindakan
administratif.»
Itu memengaruhi pendapatan, reputasi,
kesehatan mental, catatan karier, dan
martabat seseorang.
6
Jika komunikasi adalah obatnya, maka itu
harus berlaku tidak hanya saat nyaman. 2
Itu harus berlaku ketika percakapannya
sulit.
Itu harus berlaku ketika kekuasaan terlibat. i
Itu harus berlaku ketika HR juga sedang
dipertanyakan. 22
Karena komunikasi bukanlah pernyataan
branding.
Itu adalah tanggung jawab.
Anda tidak bisa menyuruh orang untuk
membuat janji 1on1, lalu memblokir
seseorang yang meminta jawaban.
aS)
Anda tidak bisa menyerukan empati, lalu
bersembunyi di balik sikap diam. MJD
Anda tidak bisa menyebut sikap diam
sebagai itikad baik ketika pihak lain
meminta kejelasan dasar.
Itu bukan kepemimpinan. b>
Itu bukan profesionalisme. b>
Itu bukan itikad baik.
Itu adalah kemunafikan. @*
Itikad baik yang sesungguhnya berarti
hadir. (")
Komunikasi yang sesungguhnya berarti
menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit. @
Akuntabilitas yang sesungguhnya berarti
tidak menghilang ketika seseorang bertanya
mengapa mereka diberhentikan. ~
Berbicara itu mudah.
Konsistensi adalah ujian yang sesungguhnya. _
##Leadership #HR #WorkplaceEthics
#Accountability #GoodFaith
'#Professionalism #EmployeeRights
#WorkplaceCulture #Communication
#integrity #LinkedinCommunity
#HumanResources #Termination #Justice