Rahmat Wibowo menuduh Dinda Rhapsodya melakukan pemutusan hubungan kerja secara tidak sah terhadapnya, mengejek gangguan bipolarnya, berpura-pura menjadi korban secara palsu, melaporkannya ke polisi tanpa pemberitahuan hukum, dan menyuap petugas, sambil mencap dirinya sebagai HR yang munafik dan tidak profesional yang bersembunyi di balik gendernya.
| ID | ev-20260627-004 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |
| Target | Dinda Rhapsodya |

Transkrip
S Rahmat Wibowo wee
Menyoroti kemunafikan di sini Dinda Rhapsodya,
dialah yang memutuskan hubungan kerja saya secara tidak sah,
mengejek saya karena saya bilang saya memiliki spektrum
gangguan bipolar.
Menggunakan wanita sebagai narasi untuk berperan sebagai korban
di sini, kebijakan seperti apa yang ingin dia tegakkan? Memutuskan hubungan kerja saya menggunakan
semacam perjanjian kerja yang mencurigakan yang
bertentangan dengan hukum.
Narasi palsu? narasi palsu jenis apa?
hanya berperan sebagai korban dengan kata narasi
palsu tidak bisa memberikan bukti apapun, hanya murni
berperan sebagai korban.
Intimidasi jenis apa? Saya cuma bilang saya akan
memposting kasus ini di LinkedIn untuk eskalasi?
Bagian mana yang tidak benar? Saya diberhentikan
adalah bukti nyata dari kebenaran, saya
mereferensikan 50+ orang sebelum tanggal bergabung saya
juga kebenaran.
Selalu menggunakan kata wanita sebagai perisainya.
Lakukan saja pekerjaanmu dengan benar.
Fakta lengkap:
1. Memutuskan hubungan kerja saya secara tidak sah
2. Saya bertanya mengapa saya diberhentikan, dia hanya
menjawab Dalam masa probation kami tidak perlu
memberikan penjelasan
3.1, Randy Gunawan, Salsabila Meidiana Putri
sedang berdiskusi di Disnaker
Kabupaten Tangerang mengenai sengketa saya,
sementara itu dia melaporkan saya ke polisi:
- Tanpa memiliki pemberitahuan hukum yang layak, cara
berdiskusi di luar hukum
- Mengejek saya dengan kata "anak anjing
lu gila, gila sendiri aja" saksinya adalah
Salsabila Meidiana Putri
- Laporan tersebut diterima oleh Polres
Tangerang Selatan melanggar hukum
- Saya menduga dia memberikan klaim palsu, menggunakan uang
untuk menyuap petugas polisi, Nomni Liven
mendukungnya agar saya diam
4, Menggunakan istilah wanita sebagai perisainya.
5. HR yang benar-benar tidak profesional
Dinda Rhapsodya
Sebuah pengingat untuk setiap wanita yang menavigasi
dunia kerja, terutama di industri yang
didominasi laki-laki.
"kalo
Terkadang, berada di posisi di mana
kamu harus menyampaikan pesan yang sulit, menegakkan
kebijakan, atau sekadar melakukan pekerjaanmu
dengan integritas dapat membuatmu berada dalam
situasi yang tidak nyaman.
Saya secara pribadi pernah mengalami menjadi
sasaran narasi palsu,
intimidasi, dan serangan yang membuat saya
merasa tidak aman. Bukan karena pekerjaan saya,
tapi karena seseorang memilih untuk membuat
cerita yang bukan kebenaran.
Sebagai wanita, kita sering menjadi
sasaran termudah karena orang menganggap
kita adalah yang "lebih lemah". Tapi apa yang
banyak orang lupakan adalah di balik setiap wanita
di tempat kerja ada keberanian, ketangguhan,
dan komitmen untuk berdiri untuk apa yang
benar.
Untuk semua profesional HR, terutama
wanita yang bekerja di lingkungan yang
didominasi laki-laki:
Tetaplah berdiri tegak. Tetaplah melakukan
pekerjaanmu dengan integritas. Menjadi
pembawa pesan tidak membuatmu
bertanggung jawab atas kemarahan orang lain atau
ketidakmampuan mereka menerima akuntabilitas.
Dan apresiasi khusus untuk para pria
yang memilih untuk berdiri di sisi wanita,
yang menjangkau, mendukung, melindungi, dan
mengingatkan kita bahwa kebaikan dan rasa hormat
masih ada. Dukungan kalian berarti lebih
dari apa yang bisa diungkapkan kata-kata.
Kekuatan sejati bukanlah tentang siapa yang bisa menyakiti
orang lain paling banyak.
Kekuatan sejati adalah memiliki keberanian untuk
memilih rasa hormat, empati, dan kebenaran.
Semoga kita terus menciptakan dunia
di mana wanita tidak perlu membuktikan kekuatan mereka
dengan bertahan dari perlakuan tidak adil, tapi
dihargai, dihormati, dan
dilindungi sejak awal.
#WomenEmpowerment
#WomenAtWork #Safety #Respect
#Leadership #Humanity