Rahmat Wibowo mengejek Irham Muhammad Fadhil dengan menyebut namanya, meremehkan gelar Master-nya dari universitas top Indonesia sebagai bukan bukti kepemimpinan, dengan mengutip statistik untuk berargumen bahwa kredensial tidak berarti apa-apa tanpa kecerdasan emosional dan akuntabilitas dunia nyata.

Unggahan asli ↗

Rahmat Wibowo mengejek Irham Muhammad Fadhil dengan menyebut namanya, meremehkan gelar Master-nya dari universitas top Indonesia sebagai bukan bukti kepemimpinan, dengan mengutip statistik untuk berargumen bahwa kredensial tidak berarti apa-apa tanpa kecerdasan emosional dan akuntabilitas dunia nyata.

Transkrip

3 mgg • Diedit Saya pernah bertemu orang-orang dengan gelar Master dari universitas top Indonesia yang tidak bisa memimpin tim beranggotakan lima orang. Kenalkan Irham Muhammad Fadhil dari University of Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Bukan karena universitasnya yang gagal mendidik mereka. Tapi karena ijazah dan kompetensi kepemimpinan adalah dua hal yang sama sekali berbeda, dan kita terus berpura-pura keduanya sama. Inilah yang sebenarnya dikatakan data: 53% lulusan universitas Indonesia bekerja di luar bidang studi mereka. Tingkat pengangguran lulusan universitas (5,34%) lebih tinggi dari rata-rata nasional. Dan penelitian dari Harvard menunjukkan bahwa ketika kemampuan teknis kurang lebih setara, kecerdasan emosional mendorong hampir 90% perkembangan karier. Namun kita terus merekrut, berinvestasi, dan mempercayai orang berdasarkan logo di bio Linkedin mereka. Prediktor sebenarnya dari kepemimpinan tidak ada hubungannya dengan di mana Anda kuliah: ~ Bagaimana Anda memperlakukan orang saat Anda memiliki kendali atas mereka - Apakah mantan rekan kerja akan mengikuti Anda lagi, dengan sukarela ~ Berapa lama usaha Anda sebenarnya tetap beroperasi di bawah tekanan nyata - Bagaimana Anda bersikap ketika sesuatu hancur, bukan ketika semuanya berjalan lancar Kredensial adalah awal dari sebuah percakapan. Bukan kesimpulan darinya. Ekosistem startup Indonesia terlalu penting untuk terus membiarkan transkrip nilai menggantikan penilaian. Heri Hermansyah Bambang Pramujati #Leadership #Startupindonesia #Credentialinflation #EkosistemDigital #Techindonesia #Emotionalintelligence #FounderMindset #DunningKruger #tinfraloka #HRindonesia #Pendidikanindonesia #GenZLeadership #SoutheastAsia #AccountabilityMatters #BuildinginPublic