Rahmat Wibowo menceritakan pengalamannya menerima penghargaan Visionary IT and Digital Transformation Leader of the Year 2026 di Singapura dan memberikan sebuah buku kepada Joseph Bakhsh, dengan gaya yang megah membingkai gestur tersebut sebagai sesuatu yang lebih bermakna daripada trofi itu sendiri.
| ID | ev-20260629-003 |
|---|---|
| Sumber | Rahmat Wibowo LinkedIn |

Transkrip
2h
‘Sebuah Pertukaran, Bukan Sekadar Penghargaan
‘Di Global Excellence and Leadership
‘Awards oleh Insights Excellence Awards di
Singapura, alih-alih sekadar menerima
trofi Visionary IT and Digital Transformation
Leader of the Year 2026 dan melanjutkan
acara, saya mengubah momen itu menjadi sesuatu yang
lebih bermakna
Saya memberikan Joseph Bakhsh sebuah salinan The
Diary of a CEO karya Steven Bartlett , buku yang sama
yang saya bawa sepanjang perjalanan ini.
Joseph memimpin dengan filosofi people first,
sesuatu yang ia gambarkan melalui Connect,
Appreciate, Relate, dan Engage, dan rasanya pas
untuk bertukar lebih dari sekadar
jabat tangan di atas panggung LUI
Trofi memang terlihat bagus di atas rak, tetapi buku
mengubah cara orang berpikir. Jika pertukaran kecil ini
berarti Joseph membacanya saat penerbangan atau
suatu malam yang tenang dan mendapatkan satu ide saja
yang membantunya memimpin lebih baik, maka
penghargaan itu berarti jauh lebih besar
daripada sekadar pengakuan, itu menjadi sebuah jembatan Q
Kadang bagian paling berharga dari memenangkan sesuatu
bukanlah penghargaan itu sendiri, melainkan apa yang
Anda pilih untuk lakukan dengan momen dan
panggung yang diberikannya Jl,
Rahmatan lil Alamin
#GlobalExcellenceAwards #BookDiplomacy
##Leadership #Networking #Singapore2026
#Gratitude #infraloka #RahmatanLilAlamin